Sabtu, 17 Juni 2017

Membuat Mainan Edukatif Sendiri

Bermain adalah kegiatan menyenangkan yang disukai anak-anak. Hampir sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermain. Bagusnya lagi, anak-anak tidak pernah bosan untuk bermain. Nah, harusnya kita bisa memanfaatkan kesempatan bermain  ini untuk merangsang kecerdasan anak.

Tapi kok, main melulu. Terus kapan belajarnya?

Eits... Bunda jangan marah dulu. Bermain itu penting untuk menunjang tumbuh kembang anak, loh. Tentunya permainan yang memiliki nilai pendidikan atau permainan edukatif. Pada saat bermain itu lah, Bunda bisa mengembangkan imajinasi, daya pikir, dan ketangkasan olah tubuh anak.

Tahukah Bunda, secara umum mainan edukatif memilliki fungsi penting. Di antaranya adalah,

  • Melatih aspek kognitif, yaitu kemampuan berfikir, mengingat sesuatu, dan kemampuan memecahkan masalah.
  • Melatih perkembangan motorik, yaitu kemampuan gerak seorang anak berdasarkan kematangan saraf dan ototnya. Gerakan motorik sendiri terbagi menjadi dua, yaituMotorik Kasar, gerakan tubuh yang berhubungan dengan otot-otot besar anggota tubuh.Misalnya, merangkak, berjalan, lari, lompat, memanjat, mengangkat satu kaki, dan mengayunkan tangan.Motorik halus, berhubungan dengan gerakan jari-jari tangan dan kaki. Misalnya, menulis, merangkai, menggenggam, menjepit, berjinjit, dan menggunting.
  • Melatih konsentrasi dan fokus.
  • Mengenalkan konsep dasar matematika. Misalnya, mengenal angka, membilang, dan mengenal bentuk geometri.
  • Pengenalan warna.
  • Mengembangkan kemampuan bahasa, yaitu dapat diminta melakukan sesuatu sesuai arahan, menambah kosa kata dengan permainan, dan mengenalkan huruf abjad. 

Sebagai orangtua, sering kali kita terpesona melihat kelebihan anak lain dibandingkan dengan anak kandung sendiri. Kenapa sih, anak tetangga pintar matematika sedangkan anak saya lebih suka menari? Padahal di sekolah tidak ada mata pelajaran menari. Bagaimana bisa jadi juara kelas? Keluh seorang ibu saat bertemu sahabatnya. 

Pada kesempatan lain, ada juga orangtua yang mengeluhkan anaknya yang belum juga bisa membaca dengan lancar. Begitu seterusnya hingga para orang tua tersebut lupa bahwa masih ada kelebihan lain yang dimiliki anak-anak mereka yang tidak dimiliki anak lain.

Howard Gardner, pakar pendidikan dari Universitas Havard membagi tingkatan kecerdasan anak menjadi delapan jenis. Teori ini dikenal dengan teori multiple intelligences atau kecerdasan multipel yang terdiri dari kecerdasan;
  1. Linguistik, kemampuan anak berbahasa ( berbicara dan menulis)
  2. Logika/matematis, ketertarikan terhadap angka, matematika, sains, dan logika.
  3. Intrapersonal, suka bermain sendiri, bisa mengelola emosi dengan baik.
  4. Interpersonal, dapat memahami orang lain, empati, dan supel.
  5. Musikal, suka bernyanyi, menari, dan memainkan musik.
  6. Spasial, suka berimajinasi, menggambar, dan membangun menggunakan balok.
  7. Kinetik, aktif dan tangkas dalam olah tubuh.
  8. Naturalis, suka bermain di alam, peduli lingkungan, tanaman dan binatang.

Beberapa anak yang memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Namun ada juga yang hanya menonjol pada satu jenis tipe kecerdasan. Jangan kawatir dulu, karena setiap anak itu istimewa. Kita dapat mengasah kecerdasannya sesuai dengan karakter dan minat anak.

Melalui kegiatan bermain, kita bangun kecakapan berfikir anak sambil bersenang-senang. Tentunya dukung oleh permainan yang mendidik ya, Bunda. Beragam alat peraga edukasi dirancang untuk melatih beragam tipe kecerdasan anak banyak dijual bebas. Kali ini saya akan mengajak Bunda untuk membuat sendiri dengan bahan yang mudah didapat. Selain murah meriah, mainan yang akan kita buat ini aman, loh.

Oiya, Bunda juga bisa mengajak putra putri tercinta untuk membuatnya bersama. Hati-hati saat menggunakan alat bantu saat membuat mainan, misalnya gunting, cutter, dan lem tembak. Semua tahapan langkah-langkah membuat mainan harus dalam pengawasan orangtua. 

Bunda dan ananda sudah siap? Pasti seru, karena ini akan  jadi pengalaman berharga buat anak-anak. Ikatan yang terjalin antara Bunda dan anak akan semakin kuat. Yuk, simak mainan yang akan kita buat di bawah ini! 

1.      Pakaianku
(Mencocokkan setelan pakaian)

Alat dan Bahan
·           Kertas origami aneka warna
·           Gunting
·           Spidol
·           Wadah plastik

Cara membuat
  1. Lipat kertas origami dari kanan ke kiri hingga meninggalkan garis vertikal di tengah. Kemudian gunting.
  2. Ambil satu kertas yang telah digunting. Lipat kertas tadi dari atas ke bawah. Buka lipatan, terlihat garis horizontal. Kemudian gunting.
  3. Buat gambar kaos pada salah satu kertas, kemudian tulis anggka di dalam kaos tadi.
  4. Buat gambar celana atau rok pada kertas lainnya, kemudian buat bulatan-bulatan kecil sebanyak angka yang tetera di kaos tadi. 
  5. Ulangi langkah 1 – 4 dengan warna kertas berbeda. Buat urutan angka berbeda, misalnya angka 1 – 10.
  6. Masukkan guntingan kertas-kertas tadi secara acak ke dalam wadah.
  7. Ajak anak memainkannya.
  8. Perintahnya, ayo carilah setelan pakaian sesuai warna, angka, dan jumlah bilangan yang tertera.
Tujuan permainan ini;
  • Belajar membilang dan mengenal lambang bilangannya
  • Belajar mengenal warna
  • Melatih konsentrasi dan ketelitian


2.      Menggunting

Alat dan bahan
·           Kertas (gunakan sisa kertas untuk membuat setelan pakaian di atas)
·           Spidol
·           Gunting
·           Wadah

Cara membuat
  1. Ambil kertas pertama, buat garis lurus memanjang di bagian tengah.
  2. Kertas ke 2, buat garis zig-zag memanjang. Kertas ke 3, buat garis gelombang. Dan seterusnya. 
  3. Letakkan pada wadah, ajak anak memainkannya.
  4. Siapkan wadah kosong untuk meletakkan hasil guntingan. Gampang, kan?
Tujuan permainan ini;
ü  Melatih motorik halus, yaitu kelenturan jari-jari saat menggunting

3.      Buka Pasang Tutup Botol

Alat dan Bahan
·           Botol bekas kemasan minuman
(Boleh dengan ukuran berbeda, dan atau warna tutup botol yang beragam)
·           Cutter
·           Lem Tembak
·           Kardus bekas

Cara membuat
  1. Bersihkan botol, potong ¼ bagian atas.
  2. Susun potongan botol mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar di atas kardus. Kemudian lem.
Catatan:
Selain menyusunnya berdasarkan urutan ukuran botol, Anda juga bisa megurutkannya berdasarkan warna tutup botol.

Tujuan permainan ini;
  • Melatih motorik halus, yaitu melatih keletikan jari-jari anak sebagai persiapan menulis
  • Belajar mengurutkan benda berdasarkan ukuran/bentuknya
  • Belajar mengenal warna


4.      Puzzle

Alat dan Bahan
·          Cover buku atau majalah bekas dengan gambar menarik, dan gunting

Cara membuat
1.        Gunting gambar.
2.        Buat pola puzzle (misalnya dua keping, tiga keping, dan seterusnya disesuaikan usia dan kemampuan anak).
3.        Gunting pola puzzle tadi. Jadi, deh.

Tujuan permainan ini;
  • Melatih koordinasi mata dan tangan
  • Melatih konsentrasi
  • Melatih kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah

5.      Papan Jahit

Alat dan Bahan
·           Kotak bekas kemasan (pilih Kotak dengan hard cover dan gambar menarik. Saya menggunakan kotak bekas kemasan tepung jagung)
 

·           Gunting
·           Pelubang kertas
·           Tali sepatu

Cara membuat
1.        Gunting kemasan yang akan digunakan.
2.        Lubangi sekeliling gambar tadi. Buat jarak antar lubang satu dengan lubang lainnya.

3.        Ambil tali sepatu dan mainkan papan jahitmu.

6.      Mencocokkan Bentuk Geometri

Alat dan bahan
·           Kardus bekas
·           Cutter/gunting
·           Penggaris
·           Spidol warna-warni
·           Kertas origami

Cara membuat
1.        Buat bentuk-bentuk geometri pada kertas origami (bisa juga menggunakan kain flanel bila ada).
2.        Jiplak bentuk geometri tadi pada kardus menggunakan spidol warna-warni (sesuaikan dengan warna kertas origami yang digunakan)
3.        Saatnya bermain. Minta anak mencari kepingan bentuk geometri, untuk diletakkan di atas pola kardus.

Tujuan permainan ini
ü  Mengenal bentuk geometri
ü  Mengenal warna

7.      Namaku

Alat dan bahan
·           Kertas aneka warna (bisa menggunakan karton, kertas origami, atau post it)
·           Spidol
·           Kertas HVS

Cara membuat
  1. Gunting kertas menjadi ukuran 4 x 4, kemudian tulis satu abjad huruf kecil, berukuran besar di setiap kertas. Buat sebanyak mungkin.
  2. Ambil kertas HVS, tulis nama anak dengan huruf kecil.
  3. Cara memainkannya, minta anak mencari huruf yang sesuai dengan tulisan namanya. Letakkan huruf-huruf dalam kertas tadi di bawah tulisan namanya.
Tujuan permainan ini
ü  Mengenalkan huruf abjad
ü  Mengenal kata, nama, dan nama-nama benda lainnya (sesuia dengan kata yang Bunda tuliskan di kertas HVS)

Seru ya, bermain dengan si kecil. Oiya, sebelum memulai permainan, buat kesepakatan tentang aturan bermain. Misalnya begini;
  • Aturan Main Bersama Bunda:
  • Waktu bermain hanya 15 menit
  • Ambil mainan secukupnya
  • Mainkan
  • Bereskan mainan setelah dimainkan 
Bunda bisa menambahkan atau mengurangi aturan main bila diperlukan. Membuat kesepakatan tentang lama bermain itu penting loh, Bun. Jangan sampai anak keasikan bermain dan tidak mau tidur/istirahat siang. Akibatnya anak bisa kelelahan, kurang minum, dan suhu tubuhnya meningkat alias panas, kemudian demam, dan sakit. Karena selain terkena infeksi, tubuh anak juga bisa demam karena kelelahan dan kekurangan cairan.


Untungnya saya selalu sedia Tempra Paracetamol Syrup di rumah. Bila anak mulai deman (ditandai dengan peningkatan suhu tubuh diatas 37 derajat celsius), saatnya meminumkan Tempra Syrup (untuk usia 4 – 5 tahun) sebanyak 7,5ml.

Baca aturan pakai yang tertera pada kemasan ya, Bun. Karena beda usia, beda pula dosis minumnya. Dosis yang tertera dalam kemasan menyebutkan,
  • Di bawah 2 tahun (sesuai petunjuk dokter, sebaiknya gunakan Tempra Drops)
  • Usia 2 – 2 tahun (5 ml)
  • Usia 4 – 5 tahun (7,5 ml)
  • Usia 6 – 8 tahun (10 ml atau gunakan Tempra Forte)


 Anak-anak suka aroma rasa anggur yang segar, sehingga memudahkan proses minum obat. Saya pun jatuh hati pada Tempra Paracetamol Syrup karena tidak mengandung alkohol, dan bekerja cepat meredakan demam. Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol yang ampuh. Anak ceria, siap bermain kembali.

“Bunda, yuk, main lagi!”

***


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Informasi Lomba. Klik di Sini


Jumat, 12 Mei 2017

Inni Indarpuri, Sastrawan Kaltim Nan Memesona

Inni Indarpuri, nama perempuan cantik ini sangat populer di komunitas penulis di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Karya sastra baik itu prosa fiksi dan non fiksi berhasil diciptakan dengan penuh dedikasi. Editor berprestasi dari sebuah penerbitan nasional Indonesia pun terpesona dengan prestasi menulisnya. Wajar saja bila surat elektronik atau electronic mail dari penerbit berdatangan membanjiri, meminangnya untuk menjadi penulis mereka.

Mbak Inni begitu ia biasa disapa, berpenampilan modis dan fashionable memangselalu menarik perhatian. Kesan hangat tertangkap setiap kali berbincang dengannya. Perempuan mapan yang selalu tulus berbagi dengan sesama ini dicintai para sahabat. Meski telah menghasilkan puluhan buku bermutu, tak lantas membuatnya pongah.

Siapa sangka di balik keanggunan dan tangan dinginnya terlahir novel-novel inspiratif. Sudahkah Anda membaca novel berjudul Gampiran? Novel yang mengangkat isu lingkungan yang dibalut budaya khas Kalimantan ini terasa begitu istimewa. Demi memenuhi kebutuhan ekonomi, sekelompok orang mengeksploitasi kampung yang asri untuk mendapatkan batubara. Dermaga pengangkut hasil tambang pun dibangun. Mengorbankan barisan pohon bakau dan nipah di sepanjang bibir sungai.


Inni Indarpuri sang penulis berhasil mengangkat mitos yang tidak biasa ke dalam novel. Yaitu kisah persaudaraan manusia (Munita) dengan saudara kembarnya seekor buaya putih bernama Monika sebagai tokoh utama. Kisah percintaan sesama buaya, perselingkuhan, kisah cinta manusia dengan manusia, serta percintaan buaya dan manusia mampu mengaduk-aduk perasaan pembaca.


Kekecewaan, penghianatan, hingga kasih sayang antara ibu dan dua anak kembar yang istimewa, dan kasih sayang antar saudara yaitu buaya dan manusia memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi.

Sebelumnya Inni Indarpuri telah berhasil memikat pembaca melalui novel perdanannya berjudul ‘Di Antara Dua Cinta’. Novel ini tercatat sebagai novel dengan penjualan terbaik di sebuah toko buku nasional yang membuka cabang di Samarinda. Isu besar yang diangkatnya adalah mengisi kekurangan guru berkualitas di daerah terpencil dengan mengirimkan lulusan terbaik perguruan tinggi untuk mengabdi sebagai guru.

Ia mengakui, kenyataan di pedalaman Kalimantan masih saja ada guru yang meninggalkan penempatannya, dan minta dipindahtugaskan ke Samarinda. Keadaan ini wajar terjadi mengingat kurangnya fasilitas transportasi dari dan menuju lokasi pengabdian.

Ditambah minimnya alat komunikasi, tidak adanya layanan listrik belum lagi pembayaran gaji yang terlambat seakan menambah daftar penderitaan para guru tersebut. Parahnya lagi, gaji tersebut masih harus diambil sendiri ke kecamatan terdekat yang jaraknya tidak dekat.

Lagi-lagi keindahan alam Kalimantan digambarkan dengan sangat detail dalam novel ini. Rupanya Inni Indarpuri mempersiapkan novel ini dengan sangat matang. Salah satu cara yang ditempuhnya adalah dengan melakkukan survei lapangan langsung, menjelajah ke pelosok desa di pedalaman. Bahkan ia mendokumentasikan foto-foto sekolah, rumah dan lingkungan sekitar kediaman Horizon, nama salah satu toko dalam novel tersebut.

Tak berlebihan bila Inni dinobatkan sebagai salah satu sastrawan muda yang dimiliki Kalimantan Timur. Karya sastranya terus bermunculan. Kiprahnya di dunia tulis menulis sudah sangat mumpuni. Segudang prestasi telah diraih dan mendapatkan penghargaan nasional, antara lain juara dua Lomba Menulis Jurnalistik Anak Berkebutuhan Khusus dari Kemendikbud Jakarta tahun 2012 dan juara satu Writing Competition SDF Bandung, Jawa Barat 2014.

Disela kesibukan menulisnya, Inni yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil Provinsi Kalimantan Timur sejak tahun 1992 juga aktif di bidang kesehatan. Salah satunya dengan menjadi pengurus inti untuk memberi dukungan kepada para penderita lupus dan tergabung dalam Suforda atau Support For Orang Dengan Lupus untuk wilayah Kalimantan Timur.

“Saya merasa terpanggil untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang penyakit lupus bagi penderita dan keluarganya, agar mereka tetap semangat untuk hidup,” begitu jawabnya saat ditanya apa alasannya bergabung di Suforda.

Penyakit lupus yang secara ilmiah dikenal dengan Systemic Lupus Erythematosus sudah ada sejak tahun 1800-an. Sayangnya sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan timbulnya penyakit ini dan bagaimana pengobatannya. Bahkan selama lebih dari 40 tahun terakhir, belum ada penemuan baru mengenai pengobatan bagi penyakit yang tidak menular tetapi berisiko mematikan ini. 

Inni adalah perempuan tangguh. Semangat menulisnya mampu menyisihkan puluhan kontributor lain di seluruh Indonesia. Beberapa antologinya antara lain, “SELAKSA MAKNA CINTA-antologi Cerpen dan Puisi, Pustaka Puitika Jogjakarta-Oktober 2010. “GORESAN CINTA KUPU-KUPU – Nuansa Cendekia-Bandung, Januari 2010.  “SURAT UNTUK TUHAN-antologi True story Penerbit Birde Publising, Mei 2011.

Bersama komunitas facebook Ibu-ibu Doyan Nulis , ia menelorkan dua buku Antologi, FOR THE LOVE OF MOM dan AMAZING MOM- Indriscrip Creatif. Tulisan Inni lainnya adalah, Kisah INPIRATIF-Anjari Blog detik, Kalimantan Timur Dalam Cerpen Indonseia, Kalimantan Timur dalam Novel Indonesia, dan 22 Cerpen Pilihan – Penerbit Metro.


Pecinta kuliner Kerupuk dan semua kudapan tradisional Banjar ini kembali melahirkan novel ketiga pada tahun 2012. Novel andalannya dengan judul Never Give Up” menceritakan remaja kelas III SMA yang didera ujian bertubi-tubi namun mampu tegar dan bersyukur. Selain memuat unsur moral ikatan kekeluargaan dan persahabatan, dalam ini terasa motivasi  untuk tetap semangat tidak menyerah dalam menghadapi segala cobaan. Novel ini pun memberikan pelajaran bagi pembaca mengenai penyakit Lupus dan selukbeluknya.

Satu lagi karya apiknya berhasil diterbitkan penerbit nasional BIP Gramedia Pustaka Utama dengan judul ‘Maaf, Aku Selingkuh’. Terinspirasi dari kisah nyata dalam pernikahandan rumah tangga yang tak selalu berjalan mulus.  Berbagai macam masalah dan tantangan hadir silih berganti.  Namun apakah secepat itukah pernikahan berakhir dengan perceraian?  Begitu sulitkah memelihara ikatan pernikahan.

Inni Indarpuri mengemas semua kegundahan itu dan mengambil hikmah dari setiap kejadian dalam rumah tangga secara subjektif dan membagikan pelajaran berharga tersebut dalam buku ini.

Membaca tulisan Inni akan membuat kita semakin berdecak kagum. Betapa piawainya sang sastrawan ini membagi tugas sebagai ibu, pegawai kantor, sekaligus penulis papan atas. Dalam berbagai kesempatan terbuka, ia tak segan berbagi ilmu tentang kepenulisan dalam sebuah seminar, pelatihan, atau saat berkunjung ke kediamannya.

Penulis Buku Anak
Setelah sukses menerbitkan novel untuk kalangan dewasa, tak membuat Inni lantas berpuas diri. Bersama sahabatnya yang bernama RF Dhonna, ia kembali menulis novel untuk anak berjudul ‘Kerawing dan Batu Kecubung Biru.’ Petualangan yang mendebarkan dikemas dalam alur yang runtut. Lagi-lagi setting tempat dideskripsikan dengan baik. Pesona Desa wisata budaya Pampang seakan tergambar jelas.

Pesan moral yang kuat menumbuhkan kesadaran pembaca cilik untuk mencintai alam dengan menjaganya sebaik mungkin. Kerawing nama tokoh utama dalam novel ini diambil dari nama seorang peneliti asing yang diberikan oleh pemangku adat Dayak. Kerawing yang artinya bintang kejora mampu menunjukkan betapa hebatnya ikatan persahabatan hingga melahirkan keberanian, tanggung jawab, dan  rasa rela berkorban.

Tulisan Inni lainnya juga turut meramaikan dunia bacaan anak. Buku cerita bergambar atau pictorial book pertamanya berjudul ‘Palupi dan Pandangi’ yang diterbitkan oleh Andi Publisher Jogjakarta. Dalam buku ini, ia mengangkat satwa liar rusa sebagai tokoh utama sekaligus berkampanye untuk melindungi satwa tersebut dari perburuan liar.

‘20 Tokoh Sukses Dunia yang Dulu Dianggap Bodoh’ adalah buku yang berisi kisah tokoh dunia yang dulu tersisih dan disangka idiot dan ternyata dikemudian hari menjadi orang paling sukses di dunia. Kisah tersebut diharapkan mampu memotivasi anak-anak Indonesia yang kurang berkembang akademiknya agar tetap semangat meraih kesuksesan. Buku terbitan Tiga Serangkai ini sangat cocok untuk para orang tua untuk berbesar hati menerima apapun kondisi anak-anak mereka.

Pengalaman saat bertugas mengelilingi berbagai negara di Asia hingga Eropa menginspirasinya untuk kembali melahirkan buku cerita anak berjudul ‘Andai Salju Turun di Indonesia.’ Dan buku lain berjudul ‘Sejarah Penemuan Penting Dunia.’

Inni Indarpuri adalah satu dari sedikit perempuan sastrawan Kaltim yang masih eksis menulis. Wajar saja bila saya, anda, dan kita semua terpesona pada karyanya. Berkaca padanya, semoga mampu memotivasi perempuan lainnya, khususnya yang berada di kawasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk berkarya.

Jangan malu dan takut untuk menulis. Segerakan untuk memulai, dan bertanyalah pada sang ahli bila menghadapi kendala seputar dunia kepenulisan. Mbak Inni Indarpuri, sastrawan Kaltim itu ternyata tidak hanya memesona tapi juga menginspirasi, bukan?

Kamis, 04 Mei 2017

Bangga Lah Menjadi Perempuan Indonesia

Sebagai perempuan yang hidup di negara Indonesia, saya merasa sangat beruntung. Bagaimana tidak, di negara demokratis ini kehadiran perempuan begitu istimewa. Di bidang politik misalnya, perempuan dilibatkan agar dapat berpartisipasi dalam proses politik Indonesia.

Hal ini dikuatkan dalam Undang-undang nomor 12 tahun 2003 yang berisi keharusan memasukkan kuota 30 persen caleg perempuan. Dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 7/2013 pasal 27 ayat (1) huruf b menyangkut kuota 30 persen keterwakilan calon legislatif (caleg) perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil).

Sebagai mahluk Tuhan yang paling cantik, perempuan memiliki keahlian multi tasking, yaitu dapat mengerjakan beberapa aktivitas dalam satu waktu. Perempuan dengan segala keunikannya juga ahli dalam mengatur waktu. Perempuan pekerja dapat menyeimbangkan peran saat bekerja dan dalam kehidupan keluarganya. Meski harus diakui, pemerintah masih belum maksimal melindungi perempuan.




Para perempuan yang sudah berkeluarga, perannya semakin penting. Terutama bagi yang telah memiliki keturunan. Mengurus bayi dan anak, adalah pekerjaan mulia yang tidak bisa diwakilkan kepada siapa pun. Namun beberapa perempun terpaksa menjalankan fungsi ganda, sebagai ibu sekaligus karyawan atau pegawai di sebuah instansi.

Pemerintah belum memberikan perlindungan kepada para ibu pekerja, misalnya memastikan tempat penitipan anak yang terjangkau, dan memberikan waktu khusus untuk ibu yang masih menyusui bayinya. Padahal, ibu adalah tonggak keluarga yang harus dilindungi, agar terlahir generasi tangguh Indonesia.

Banyaknya jumlah perempuan Indonesia yang aktif bekerja dan menduduki posisi penting di perusahaanya, termasuk yang tertinggi di dunia. Berdasarkan survei yang dilakukan Grant Thornton, 34 persen perempuan di kawasan Asia Tenggara menempati posisi tertinggi ke dua di dunia. Menurut Johanna Gani, Indonesia masuk dalam 10 besar negara di dunia dengan jumlah perempuan yang mendudukan posisi manajemen senior di perusahaannya.

Lalu, apakah keberhasilan seorang perempuan dinilai dari pekerjaan dan jabatannya? Ternyata tidak. Di banyak negara di dunia, ternyata jumlah perempuan tidak bekerja lebih banyak dibandingkan dengan jumlah perempuan yang bekerja. Meski begitu, perempuan yang tidak bekerja tetap melakukan pekerjaan rumah tangga dengan jam kerja lebih lama dan tidak dibayar.

Apakah perempuan yang bekerja untuk keluarganya tersebut sedih karena tidak mendapat bayaran layaknya pekerja lainnya? Tidak. Perempuan yang mengurus penuh rumah tangganya sangat bahagia bisa merawat anak-anak, membereskan rumah dan mengurusi suami, meski tidak dibayar.

Itulah perempuan, para ibu yang mulia. Sehingga wajar saja bila surga diletakkan di kakinya. Bila di kakinya saja ada surga, bagaimana dengan tutur dan belailan tangannya? Tentu beragam kemuliaan dan keberkahan bersemayam di dalam raga perempuan, apalagi bila ia sudah menjadi ibu.

Bila saja Raden Ajeng Kartini masih hidup hingga saat ini, pastilah ia bangga melihat kemajuan perempuan Indonesia. Perjuangan yang dirintisnya dulu, berhasil mengantarkan perempuan-perempuan masa kini untuk terus belajar dan maju. Akan lebih baik lagi bila perempuan-perempuan Indonesia bisa melahirkan dan mendidik generasi penerus Indonesia menjadi lebih baik.

Perdagangan Perempuan

Perempuan seringkali masih mendapat intimidasi dan tekanan dari pihak-pihak tertentu. Perempuan yang cenderung menggunakan perasaan dari pada logika dalam memutuskan sesuatu, seringkali terjerumus dalam keputusan yang salah. Akhirnya banyak perempuan Indonesia yang terjebak dan terlibat sebagai objek dalam perdagangan orang, khususnya perempuan.

Data Mahkamah Agung Tahun 2015 menyebutkan, perdagangaIndonesia merupakan negara dengan tindak pidanan perdagangan orang (TPPO) terbanyak ke tiga di dunia. Modus yang sering digunakan adalah menjebak keluarga korban dengan hutang, penculikan, memberi beasiswa belajar hingga pencarian bakat sebagai model atau penyanyi.

Perempuan harus sadar dan menjaga dirinya dari lingkaran setan perdagangan orang. Itulah sebabnya perempuan harus pintar, sekolah dan banyak membaca. Perempuan harus bisa menjaga perempuan lain di sekitarnya agar tidak terjebak dalam kasus tersebut. Saling tolong menolong, belajar dan berbagi anatar sesama perempuan akan menciptakan perempuan pintar Indonesia.

Persaingan Perempuan dan Laki-laki

Masih saja terdengar perdebatan antara perempuan dan laki-laki. Masalah gaji misalanya, seringkali perempuan digaji lebih rendah daripada laki-laki. Bahkan di beberapa negara, perempuan mendapatkan pekerjaan dengan kualitas pekerjaan yang dianggap masih rendah dibandingkan laki-laki. Meski demikian janganlah kita, kaum perempuan menjadikan laki-laki sebagai musuh.

Feminisme yang merupakan gerakan dan ideologi yang memperjuangkan kesetaraan perempuan di ranah publik sekalipun tidak pernah mengajarkan ideologi kebencian.

Bagaimana pun, perempuan tidak bisa hidup sendiri, tanpa laki-laki. Apabila ada laki-laki yang berbaik hati, misalnya mempersilahkan perempuan lebih dulu melakukan sesuatu, itu adalah penghormatan. Sebagai perempuan yang perasa, jangan juga kita terlalu sensitif dan menganggap direndahkan. Lihat dari sisi baiknya, dan abaikan persaingan itu.

Perempuan dan tambang

Saya adalah salah satu perempuan Indonesia yang saat ini tengah mempersiapkan generasi emas Indonesia. Sejak kecil, ibu sudah menyekolahkan di taman kanak-kanak, belanjut hingga SD, SMP, dan SMA. Ayah memotivasi saya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Meski ayah dan ibu tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, namun kami anak-anaknya dimotivasi agar tak mengikuti jejak mereka.

Lulus perguruan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, saya langsung dipinang sebuah perusahaan tambang emas internasional yang beroperasi di Kalimantan. Saya terkejut sekaligus bangga saat bersua sahabat perempuan lainnya yang mengoperasikan alat berat. Mobil haul truck dioperasikan oleh perempuan Indonesia untuk mengangkut tanah yang mengandung emas dari lubang tambang ke tempat penampungan.



Siapa sangka, ada perempuan feminin dibalik mobil gagah setinggi 7 meter, lebar 9 meter yang ditopang enam buah ban berukuran besar. Perempuan dengan kedalaman perasaan, ketelitian dan selalu hati-hatian, dipercaya mengoperasikan haul truck. Alat berat tersebut pun jadi terpelihara, tidak gampang rusak, serta mampu menekan angka kecelakaan.


Alih profesi

Setelah berkeluarga, saya berhenti bekerja di tambang. Saya mengikuti pandidkan diploma satu, jurusan guru TK dan beralih profesi menjadi guru TK. Saat dikanuriai anak, saya memilih menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak. Karena terbiasa dengan dunia kerja, saya bertekad tidak ingin menjadi ibu rumah tangga biasa. Beragam kegiatan produktif yang menghasilkan uang, saya ciptakan di rumah.

Beragam kegiatan yang saya lakukan adalah, membuat bolu pandan dan memasarkannya ke mini market di Kota Samarinda. Karena kekuranngan tenaga, dan maraknya toko kue yang mulai menjamur di kota kami, usaha ini tak berjalan lama. Saya pun membuka usaha di bidang pendidikan, yaitu les membaca untuk anak usia pra sekolah, dan bimbingan belajar untuk anak usia SD. Peluang usaha di bidang pendidikan ternyata cukup menggiurkan.

Disamping itu, saya juga terus mengasah kemampuan menulis, dengan berlatih menulis laporan perkembangan anak-anak yang les di rumah. Saya menyusun sediri materi ajar yang akan disampaikan untuk anak-anak les membaca. Bahkan untuk lembar tes akhir, saya buat cerita pendek untuk anak yang harus mereka baca dengan lancar. Kebiasaan menulis ini akhirnya melatih saya untuk terampil membuat cerita anak.

Menulis Buku

Hal yang membanggakan adalah, ketika suatu hari ada seminar tentang penerbitan buku sekaligus bazar buku. Saya berkesempatan bertemu dengan salah seorang pemilik sebuah penerbit buku. Saya ajukan kumpulan tahapan mengajar membaca yang dijilid menjadi dua diktat. Penerbit tertarik untuk menerbitkannya, dan jadilah dua buku panduang membaca.

Saya memberanikan diri mengirimkan tulisan cerita anak yang saya buat ke beberapa majalah nasional. Saya tidak menyerah, meski terkadang naskah tersebut dikembalikan. Saya perbaiki, tulis ulang, dan kirim kembali. Satu per satu, naskah cerita anak tersebut kemudian dimuat. Rasa percaya diri kian kuat, memberanikan saya mengajukan kumpulan cerita anak ke penerbit. Beberapa naskah tersebut terbit menjadi buku.


Semangat mengajar saya tularkan kepada teman-teman perempuan lainnya di sekitar saya. Beberapa teman tertarik membuka usaha les membaca. Kami saling diskusi untuk mengembangkan usaha yang mampu menopang keuangan rumah tangga tersebut. Dan sampai saat ini, buku panduan membaca yang saya tulis, telah membantu anak-anak Indonesia belajar membaca dengan mudah dan menyenangkan.

R.A Kartini dan Ainun Habibi

Saya sangat terinspirasi dengan Raden Ajeng Kartini, pejuang perempuan yang merintis pendidikan untuk kaumnya. Kebiasaannya menulis sangat menguatkan motivasi saya untuk menulis. Meski begitu, R.A Kartini tetap mengutamakan keluarga dan mengurus anak-anaknya. Pesan tersirat yang dapat saya tangkap dari R.A Kartini adalah pentingnya pendidikan bagi perempuan. Karena perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya kelak.

Hasri Ainun Besari atau yang lebih akrab dengan panggilan Ainun Habibi adalah perempuan Indonesia lainnya yang saya kagumi. Ibu negara ke tiga tersebut menghabiskan waktunya untuk mengurus suami dan anak-anaknya. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1961 tersebut dengan tulus mendampingi suami tercinta hingga mencapai karir tertinggi, yaitu presiden RI ke 3. Penyakit kanker ovarium yang dideritanya, menjadi penyebab Ainun wafat pada 24 Maret 2010.

Bagi saya, kedua perempuan hebat itu meninggalkan kesan yang dalam. Banyak pelajaran berharga yang bisa saya teladani dan terapkan dalam kehidupan. Saya ingin menjadi pendidik yang memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain, saya tetap ingin menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, mendampingi suami dan mendidik anak-anak menjadi orang sukses. Tentunya, saya harus banyak belajar agar bisa seteguh Kartini dan sekuat Ainun.


Teruslah belajar, bermimpi dan menggapainya

Beragam pengalaman yang pernah saya jalani, membuat wawasan berfikir saya terbuka lebar. Semua tidak akan tercapai andai saya tidak sungguh-sungguh belajar. Terus memupuk mimpi dan berusaha keras mewujudkannya. Pengorbanan dan perjuangan mutlak diperlukan.

Sudah menjadi kodrat perempuan untuk menikah, melahirkan dan mendidik anak-anaknya. Jangan merasa terbebani karena itu adalah kemuliaan yang hanya dipercayakan pada kaum hawa. Jalani prosesnya dengan ikhlas. Ciptakan peluang dan bergeraklah, jangan diam, meratapi keadaan, dan berpangku tangan. Percayalah, kesempatan perempuan untuk maju masih terbuka lebar.

Apapun pekerjaan kita, ibu rumah tangga kah, atau perempuan pekerja kah, berhentilah menyudutkan satu sama lain. Merasa diri paling benar, paling berjasa untuk keluarga, dan merasa sukses sendiri. Sebagai sesama perempuan, mari kita saling dukung dan berbagi pengalaman.


Wahai perempuan Indonesia Saya, Anda dan kita semua, yakinlah bahwa kita bisa menjadi seperti apa saja yang kita inginkan. Pendidikan adalah hal yang penting bagi perempuan, jadi teruslah belajar. Jadikan anak-anak kita sebagai anak-anak terpelajar yang berahlak, sehingga mereka hidup mulia. Perempuan Indonesia, jangan pernah berhenti bermimpi tinggi. Dan teruslah berusaha menggapainya, karena perempuan memiliki peluang sukses yang sama besar. Bangga lah menjadi perempuan Indonesia yang maju dan kreatif.