Jumat, 04 Juli 2014

Segarnya Air Putih Untuk Berbuka Puasa

Sebenarnya aku paling sulit minum air putih, apalagi untuk buka puasa. Bayangkan saja, setelah sekitar 14 jam tidak makan dan minum, tiba-tiba harus berbuka dengan air putih. Air putih yang tawar itu terkadang membuatku eneg. Parahnya, aku juga tidak terbiasa minum sirup atau makan kolak manis.

Sebagai keturunan yang beresiko terserang diabetes karena ayahku adalah penderita diabetes, aku harus bijak mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi gula berlebih. Dan air putih adalah alternatif terbaik. Air putih terasa nikmat bila diminum saat kepedasan. Ah, kan, tidak mungkin juga bila aku menyantap sambal saat berbuka.

Mencontoh cara Nabi Muhamad Saw berbuka puasa dengan mengkonsumsi kurma dan air putih ternyata sangat menolongku. Setelah mengunyah kurma, aku pun menyeruput air putih hangat demikian seterusnya hingga segelas air ludes bersama dua butir kurma. Karenamengkonsumsi air hangat, keringat mengembun diwajahku, dan bagiku itulah sensai segar menyantap air.

Efeknya, timbul rasa kenyang, barangkali ini adalah penyamaran dari rasa haus.Ini juga yang meringankanku menunaikan ibadah shalat magrib.  Rasa kenyang yang timbul setelah minum menjadi takaran agar aku tidak berlebihan ketika makan.

Pertanyaan menggelitik mengusikku, sudahkah air yang kukonsumsi selama ini layak minum? Apalagi aku hanya mengandalkan air dari Perusahaan DaerahAir Minum di tempatku. Bersumber dari Sungai Mahakam yang diolah sedemikian rupa sebelum dialirkan ke rumah para konsumennya itulah yang menjadi penyambung hidupku.

Aku percaya air tersebut aman dikonsumsi karena telah teruji secara klinis. Ditunjang dengan tampilan fisik air yang berwarna bening, tidak beraroma, dan rasanya yang ringan di mulut bisa jadi patokan bahwa air tersebut layak minum. Sensasi air layak minum lainnya adalah setelah diteguk air tersebut membuat kita ingin meminumnya lagi.

Minum air dalam jumlah yang cukup dapat memacu peningkatan kesehatan. Air bekerja dengan ajaib memelihara kesehatan tubuh. Namun minum air dalam jumlah banyak sekaligus ternyata juga tidak baik. Selain bisa menyebabkan turunnya kadar natrium dalam darah, juga bisa menyebabkan pengenceran darah. Jadi, penting mengatur jumlah air minum yang aman dikonsumsi selama waktu berbuka hingga sahur.

Meminjam rumus pola minum air selama menjalani ibadah puasa seperti yang disampaikan bintang iklan Ferdi Hasan, sangat membantu agar tubuh tak dehidrasi. Dua gelas saat bebuka, empat gelas ketika malam, dan dua  gelas saat sahur dapat diterapkan agar asupan air bagi tubuh terjaga. Puasa tetap sehat dan nyaman dengan konsumsi air putih yang cukup. Jadi, jangan takut mengkonsumsi air putih saat berbuka dan sahur. 

Ciptakan sesasi segar minum air putih dengan caramu sendiri. Kamu bisa mengkonsumsinya saat hangat, dalam keadaan dingin, atau menambahkan buah potong dan menyulap air putih menjadi infus water seperti yang sedang trend saat ini. Semua sah-sah saja, yang penting tubuh tidak kekurangan air saat puasa di siang hari. Semoga kita semua mendapat pahala dan kemudahan saat menjalankan ibadah puasa, meski berada dalam panas terik sekalipun.

Minum air putih, hmmm... segarnya!


Kamis, 03 Juli 2014

Untuk Generasi Indonesia

Saya lahir dan besar di pulau terbesar Indonesia, tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur. Julukan lumbung energi layak disematkan pada Kalimantan sebagai pulau penghasil batubara, minyak, gas, dan geothermal. Selain mengandung gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik dan pemanas pengganti batu bara, hutan Kalimantan menyimpan emas dan intan. Kalimantan sangat kaya, pulau ini juga merupakan penyedia sumber energi botani atau bioenergi dari CPO sawit.

Saat menamatkan pendidikan tinggi, saya mendapat kesempatan bekerja di perusahaan tambang mineral dan batu bara terbesar di dunia milik Negara Asutralia yang beroperasi di hutan Kalimantan. Pada saat itu rasa nasionalisme saya menggelora hebat. Kecintaan saya sebagai warga negara terhadap Indonesia kian kuat. Saya bekerja dan tinggal bersama teman-teman dari berbagai penjuru nusantara, dan juga tenaga ekspatriat.

Karena tinggal dan bekerja satu lokasi di tengah hutan, di sanalah saya mulai menjelajah hutan, mengarungi hulu Sungai Mahakam, bertemu penduduk yang mengelola hutan dengan pendekatan budaya lokal. Setiap hari saya disuguhi pemandangan alam yang indah, menghirup oksigen segar langsung dari 'pabriknya', menyaksikan keindahan floran dan fauna hutan hujan tropis yang tiada duanya. 


Bersama patner kerja dan dr. Wijana mengunjungi masyarakat
Satu kenangan indah yang bersejarah yang saya alami adalah saat saya didaulat menjadi protokol yang bertugas membacakan susunan acara pada upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Ini menjadi begitu spesial bagi saya karena upacara tersebut dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan tambang yang beroperasi di hutan belantara Kalimantan tempat saya bekerja. Pesertanya bukan saja warga negara Indonesia, tetapi juga ekspatriat. Upacara itu juga adalah upacara bendera terakhir sebelum perusahaan berhenti beroperasi.

Menjadi pembawa acara pada upacara peringatan Kemerdekaan RI

Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

Bangga sekaligus sedih membalut hati saya. Bangga atas kekayaan bumi pertiwi, sedih karena harta itu justru dikeruk dan dinikmati oleh orang asing. Kini hanya lubang tambang yang menganga menjadi saksi bisu betapa mudahnya Bangsa Indonesia menyerahkan isi perut buminya kepada orang asing dengan dalih investasi. Dan ketika mereka pergi membawa semuanya, tinggallah masyarakat sekitar tambang yang hidup dalam keprihatinan.

Meski berduka dengan kenyataan ini, saya harus bangkit memupuk kecintaan terhadap tanah air. Indonesia, di sinilah saya lahir, dan dari sini juga saya hidup. Belum terlambat untuk berbuat, demi Indonesia yang lebih baik. Saya bangga menjadi bagian dari Indonesia, negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, yaitu sekitar 17 ribu pulau.

Kalimantan adalah bagian kecil dari Indonesia yang luas dan kaya. Hingga detik ini saya masih bisa menyaksikan kekayaan perut buminya terus digali. Saat bersantai di tepian Sungai Mahakam, pemandangan menakjubkan tumpukan 'emas hitam' bergunung-gunung yang melintas adalah hal yang biasa. Meski menjadi eksportir terbesar kedua setelah Australia, anehnya Indonesia justru belum memaksimalkan pemanfaatan batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya.


Sungai Mahakam, sarana transportasi ratusan ton batu bara 
Masih banyak pulau-pulau dengan kekayaan alam, suku, dan budaya bagian dari Indonesia. Surga dunia itu ada di Indonesia. Udara yang segar, hamparan padi membentang bagai permadani, tajuk hutannya bagaikan kumpulan brokoli, gunung yang menjulang, dan laut dengan kekayaan biotanya menyuguhkan pemandangan yang menyegarkan mata.

Saya yakin kita sepakat dengan kekayaan Indonesia yang tak terbantahkan. Bahkan penulis buku The History of Java, Raffles takjub dengan kesuburan tanah di jawa. Sedangkan Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia” menyatakan bahwa Indonesia adalah taman firdaus. Kejayaan Indonesia pun telah ditorehkan dalam sejarah kerajaan di masa lalu, di antaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, dan Kerajaan Kutai.

Ekpresi Cinta untuk Indonesia

Tidak mudah memang mengembalikan kejayaan Indonesia di masa lalu. Meski demikian, saya terus mengobarkan semangat mencintai tanah air kepada orang-orang terdekat di sekitar saya. Sebagai ibu dua orang anak, saya mengajak anggota keluarga untuk mengekspresikan rasa cinta pada Indonesia, misalnya dengan menggunakan produk-produk buatan Indonesia.

Saya menularkan rasa cinta tanah air ini kepada kedua buah hati dengan cara memperkenalkan masakan Indonesia yang memiliki cita rasa unik dan lezat. Wisata kuliner menyantap Soto banjar, coto makasar, soto jawa, empek-empek palembang, masakan padang, dan masakan khas lainnya semoga mengokohkan kecintaan mereka pada tanah tumpah darah Indonesia. Bangga menggunakan kerajinan khas daerah untuk melengkapi penampilan sehari-hari adalah cara lainnya mengangkat budaya bangsa ini agar tak tenggelam.

Dompet manik membuat saya kian percaya diri
Mendongeng dan membacakan buku cerita juga saya lakukan  untuk membuka wawasan anak-anak tentang keragaman budaya Indonesia. Dengan membacakan buku saya mengajak anak-anak berkeliling nusantara. Ini pulalah yang menginspirasi saya untuk menulis cerita anak dengan mengangkat tokoh binatang khas Indonesia, yaitu beruang madu dan bekantan. Semoga melalui buku ini, anak-anak bisa menjaga lingkungan demi kelestarian satwa khas Indonesia.

Membacakan cerita cara efektif memperkenalkan Indonesia 



Dan yang paling seru adalah saat mengajak mereka mengunjungi pagelaran kesenian tradisional pada event-event tertentu. Mereka melihat dan mendengar langsung kekayaan musik Indonesia. Saya berharap, semoga pengalaman berharga ini mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap tanah air. 


Mengenal Reog lebih dekat

Saya bangga menjadi warga negara Indonesia dan akan terus menularkan rasa ini kepada generasi penerus. Semoga anak-anak memiliki kebanggaan terhadap Indonesia, dan memberikan sumbangsih pemikiran dan karya terbaiknya untuk negeri tercinta. Karena anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia emas kelak. [ ]





Minggu, 15 Juni 2014

Untuk Bapak Tersayang

Apa kabar, Pak?
Rindu untuk bapak rasanya tak pernah sirna, meski kita telah bersua. Untuk bisa bersama bapak, adalah sesuatu yang sangat berharga buat saya. Dan saya begitu menikmati kesebersamaan kita yang hanya sekejap.

Bapak
Sama seperti saya, apakah bapak juga merindukan saya setiap waktu?
Apakah nama saya masih terukir indah di hati bapak, bersama nama-nama mereka yang lain yang kini berada dekat di sisi bapak?
Sejujurnya saya tak ingin berpisah jauh dari Bapak, namun takdir kita berkata lain.
Percayalah, saya sudah menerimanya dengan ikhlas.

Bapak
Terima kasih telah menyayangi saya dengan cara bapak yang kadang tak bisa saya mengerti. Belakangan baru saya tahu, itulah pelajaran berharga yang menempa dan membuat saya kuat.
Terima kasih telah memberi semangat, dan terus menafkahi saya hingga menyelesaikan pendidikan tinggi. Saya ingin terus berprestasi agar Bapak mengingat saya. Meski Bapak hidup berkelimpahan hari ini, namun saya pasti akan membalas kebaikan dan membahagiakan Bapak kelak.


Bapak
Terima kasih telah mengajarkan keberanian dan kemandirian, hingga akhirnya saya bisa berdiri sekokoh ini. Padamu saya banyak belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan kedispilinan. Bapak adalah kekuatan dan sumber inspirasi saya. Teruslah berkarya, bapak adalah kebanggaan saya, kebanggaan kami, dan kebanggaan mereka.

Bapak
Semoga Bapak selalu sehat, sukses, dan hidup bahagia.
Doakan saya dan cucu-cucu Bapak agar bisa hidup mulia di dunia ini.
Doakan saya agar sabar dan kuat menjalani takdir.
Meski kita tak bisa leluasa bersama di dunia ini, saya selalu berdoa semoga kita ditakdirkan untuk bisa bersama di surga-Nya kelak.

Bapak
Jaga kesehatan, ya!
saya masih ingin bertemu Bapak lagi. Ada banyak kebahagiaan yang ingin saya ceritakan pada bapak. Tentang mimpi-mimpi yang mulai terwujud, dan kebahagiaan buah dari kesabaran selama ini. Semua itu karena semangat yang Bapak tularkan pada saya. Dan ilmu yang telah bapak contohkan dalam perilaku keseharian yang berhasil saya serap.

Saya sayang Bapak. Sayang yang tak berbatas.
Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak yang telah menafkahi keluarga dengan sebaik-baik balasan.
Semoga Tuhan menghibur hati Bapak yang lelah dengan sebaik-baik hiburan.
Jasa-jasa Bapak masih terukir indah di hati saya. Tak akan pernah pudar meski terkikis oleh waktu dan jarak.
Bapaklah pahlawan keluarga, kebanggaan saya.
Happy Father’s Day, Pak! 


Salam hormat 
Dari putrimu yang selalu merindukanmu

Kamis, 15 Mei 2014

Rencanakan Program Pensiun dengan Menabung Sejak Dini

Muda kaya raya, tua sejahera. Siapa, sih, yang nggak mau? Namun untuk menikmati masa tua yang sejahtera tidaklah semudah yang dibayangkan. Harus dipersiapkan sejak muda. Tingginya biaya hidup hari ini terkadang menjadi alasan tak bisa menabung untuk hari tua. Yah, bagaimana bisa menabung kalau untuk menutupi kebutuhan hari-hari saja sudah pas-pasan?

Sekarang, yuk, kita balik pertanyaannya! Jika hari ini saja biaya hidup sudah tinggi, bagaimana 30 – 40 tahun yang akan datang? Sudah bisa dipastikan biaya hidup akan semakin mahal. Apalagi saat itu kita tidak bisa bekerja secara maksimal, atau bahkan sudah tidak bekerja lagi, karena fisik yang semakin tua. Kalau begini, tentu saja mempersiapkan dana pensiun sejak muda akan menjadi solusinya.

Kenyataannya, ketika muda dan memiliki karir bagus, seringkali kita lalai. Rezeki melimpah yang diperoleh saat itu, membuat kita terlena untuk membeli hal-hal yang sifatnya konsumtif bukan berdasarkan kebutuhan. Dengan alibi memanjakan diri karena telah memeras keringat, kita menggelontorkan uang untuk keperluan yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Parahnya lagi, kita tidak segera menabung karena merasa bahwa esok pasti akan mendapatkan rezeki dengan jumlah yang lebih besar lagi. Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar. Tak selalu di atas, terkadang harus berada di bawah. Bisa saja hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya perusahaan tempat kita bekerja kehabisan bahan produksi, kehabisan modal atau bahkan bangkrut. Sehingga para karyawannya dirumahkan lebih cepat. Dan ketika saat itu tiba, ternyata kita tidak punya apa-apa untuk menyambung hidup selanjutnya.

Belum lagi biaya hidup dari tahun ke tahun yang selalu mengalami kenaikan atau yang lebih populer dengan sebutan inflasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu terbatasnya sumber daya alam dan naiknya biaya untuk membuat barang dan jasa tersebut. Faktor lain adalah, karena naiknya permintaan atas barang tersebut. Terkadang inflasi terjadi karena dua faktor tersebut terjadi bersamaan. Dampaknya, harga barang dan jasa menjadi kian mahal.

Disiplin Menabung
Selagi masih ada waktu, mari manfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan biaya di masa tua kelak. Teruslah memotivasi diri dan memimpikan masa tua yang sejahtera. Bayangkan ketika memasuki usia senja, kita tetap merasa seperti berada di usia muda. Memiliki kebebasan finansial, sehingga ketika sakit tak perlu pusing memikirkan biaya berobat. Atau bisa berlibur bersama pasangan tercinta mengunjungi berbagai tempat yang diinginkan.

Dengan menjalankan program pensiun hari ini, membuat kita lebih siap menghadapi masa tua tanpa harus bergantung sepenuhnya kepada anak. Semoga ini bisa jadi salah satu motivasi yang menguatkan kita untuk mempersiapkan dana sedini mungkin untuk masa tua kelak.


Menabung adalah salah satu cara terbaik. Rahasia agar bisa disiplin menabung adalah dengan menyisihkan sejumlah uang yang akan ditabung segera setelah mendapatkan penghasilan. Barulah sisanya digunakan untuk membayar pos-pos pengeluaran dan biaya hidup lainnya.

Beberapa sahabat saya memilih memotong penghasilannya yang dibayarkan melalui bank secara otomatis untuk di transfer ke rekening tabungan mereka. Meski harus membayar biaya transfer yang dibebankan bank, ia tak merasa keberatan. Karena hal itu membuatnya disiplin menabung.

Program Pensiun
Pengalaman saya ketika bekerja di perusahaan swasta, yang memiliki karyawan minimal 10 orang atau membayar gaji minimal Rp1juta, maka saya otomatis diikutkan dalam program pensiun yang dikelola sebuah BUMN, dan dananya disebut santunan program jaminan hari tua. Hal ini adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawannya.

Saya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah uang untuk dana pensiun yang akan saya terima kelak. Setahu saya, iuran pembayaran program tersebut dibebankan dari gaji saya sebanyak dua persen, dan dari perusahaan sebanyak 3,7 persen setiap bulannya. Saya merasakan manfaatnya saat saya berhenti bekerja. Dan baru pada saat pencairan dana tersebutlah saya mengetahui berapa total uang yang saya terima setelah bekerja bertahun-tahun lamanya.

Meski suami saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan saat purna tugas kelak mendapat dana pensiun dari pemerintah dalam bentuk Taspen yang dibayarkan setiap bulannya, tidak membuat kami merasa puas. Setelah mengurus keluarga, Saya memanfaatkan waktu di rumah dengan membuka usaha pelayanan jasa pendidikan untuk menambah penghasilan keluarga. Selain untuk menutupi kebutuhan, sebagian hasil usaha tersebut kami tabung untuk persiapan hari tua.

Meski beberapa di antara kita ada yang telah mengikuti program pensiun secara otomatis, misalnya karena perusahaan tempat kita bekerja saat ini telah memiliki program pensiun, tak ada salahnya kita mencoba program pensiun lainnya. Pilihan ini menjadi alternatif terbaik bagi Anda yang bekerja pada institusi atau perusahaan yang tidak menyiapkan program pensiun pegawai usai masa kerja.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK merupakan program penyiapan dana pensiun bagi pekerja dengan ragam profesi untuk menghadapi masa tua yang dikelola BNI dengan label Simponi adalah alternatif tersebut. Kita bisa mengetahui besar dana pensiun yang kita inginkan serta mempersiapkan dana tersebut dengan menabung sejak dini. BNI Simponi membantu kita merancang program pensiun sendiri. Dan kita pun dapat mengetahui perkembangan dana pensiun tersebut setiap saat.

Kenapa di BNI?
Bank Negara Indonesia yang lebih dikenal dengan BNI merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 5 Juli 1946. BNI pula lah yang mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, yaitu ORI atau Oeang Republik Indonesia pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946.

BNI yang memiliki 1.585 outlet domestik dan lima cabang di luar negeri adalah bank terpercaya untuk mengelola dana pensiun. Pada akhir tahun 2012, bank yang sahamnya dimiliki pemerintah sebanyak 60% dan sebanyak 40% dimiliki oleh pemegang saham publik ini terus berkibar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagai bank terbesar ke-4 di Indonesia, BNI selalu berusaha untuk menjadi bank pilihan yang menyediakan layanan prima dan solusi bernilai tambah kepada seluruh nasabah.
BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.

Jaminan Hari Tua BNI Simponi
BNI Simponi adalah layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  (DPLK BNI) sejak tahun 1994 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.

Siapa pun Anda, bisa menjadi peserta BNI Simponi. BNI Simponi bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat apapun profesinya, baik itu pegawai negeri, pegawai swasta, pegawai BUMN/BUMD, dokter, notaris, konsultan, akuntan, pengacara, arsitek, pedagang, petani, buruh, mahasiswa dan lain sebagainya yang menginginkan kesejahteraan di masa purna tugas.

Syarat menjadi peserta BNI Simponi sangat mudah, yaitu hanya dengan membawa fotocopy KTP dan mengisi aplikasi sesuai dengan identitas diri serta menyetor iuran awal minimal sebesar Rp 250.000 ke Kantor Cabang BNI terdekat, maka Anda langsung menjadi peserta BNI Simponi.

Setoran BNI Simponi
Setoran iuran BNI Simponi dapat dilakukan dengan 4 (empat) cara, yaitu :

  • Tunai di seluruh Kantor Cabang BNI terdekat.
  • Transfer dari bank lain.
  • Melalui fasilitas autodebet dari rekening tabungan atau giro di BNI.
  • Melalui layanan fasilitas Phone Banking BNI

Meski peserta berpenghasilan terbatas, namun dengan melakukan iuran minimal Rp 50.000 maka peserta akan mendapatkan pengembangan yang optimal setiap bulannya. Selain itu, setelah memasuki usia pensiun, peserta berpeluang untuk mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, dan dapat diteruskan kepada ahli waris.

Pengembangan yang diberikan kepada peserta BNI Simponi
Besarnya hasil pengembangan yang diberikan tergantung pada bunga yang berlaku di pasar pada saat itu dan tergantung paket investasi yang dipilih peserta yang terdiri atas :

  • 75%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 25% (Obligasi)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Obligasi)
  • 100% (Deposito dan/atau Pasar Uang)
  • 100% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah)
  • 50%   (Deposito, Pasar Uang dan/atau Obligasi Syariah) dan 50% (RD Syariah)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
  • 50%   (Obligasi); 50% (Reksadana dan/atau Saham)

Usia pensiun di BNI Simponi
BNI Simponi menyediakan usia pensiun normal mulai dari 45 tahun.

Jenis manfaat pensiun BNI Simponi
  • Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.
  • Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.
  • Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  • Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.

Benefit yang didapat selama menjadi peserta BNI Simponi
  • Iuran dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam jumlah iuran maupun frekuensi iuran.
  • Dalam masa kepesertaan dana peserta tidak akan dikenakan pajak. Iuran yang disetorkan maupun pengembangan yang diperoleh mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan.
  • Arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta sesuai dengan paket investasi yang disediakan.
  • Dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.

Tanda Bukti Kepesertaan BNI Simponi
Setiap peserta baik peserta mandiri / perorangan maupun peserta kelompok / kolektif akan memperoleh Buku Simponi seperti halnya buku tabungan sebagai tanda bukti kepesertaan BNI Simponi. Dengan Buku Simponi tersebut, peserta kapan pun dapat mengetahui jumlah dananya dengan cara print out  Buku Simponi di Kantor Cabang BNI terdekat.

Computerized & Online
Seluruh aktivitas BNI Simponi dari pembukaan rekening, pembayaran iuran, penarikan dana dan informasi saldo dana sampai proses pensiun dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia dengan fasilitas On Line System.

Mudahnya Memperoleh Manfaat Pensiun
Untuk melakukan proses pencairan dananya, peserta bisa datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan persyaratan sebagai berikut:

Jenis Pencairan
Keterangan
Berkas yang harus dikirim
Pensiun Normal
  • Peserta telah mencapai usia pensiun normal yang dipilih
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp 500 juta
  • Photo copy KTP
  • Photo copy KK
  • Buku Simponi
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Bagi Peserta Kelompok)
Pensiun Dipercepat
  • Peserta telah mencapai usia pensiun dipercepat minimal 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp 500 juta
  • Photo copy KTP
  • Photo copy KK
  • Buku Simponi
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Bagi Peserta Kelompok)
Pensiun Meninggal Dunia / Cacat Tetap
  • Peserta meninggal dunia atau cacat tetap sehingga tidak bisa bekerja lagi
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp 500 juta
  • Photo copy KTP Peserta dan ahli waris
  • Buku Simponi
  • Asli/photo copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang dilegalisir oleh pejabat setempat/rumah sakit
  • Asli Surat Keterangan dari Dokter bagi peserta cacat tetap
  • Photo copy Kartu Keluarga
  • Photo copy Surat Nikah
Kepesertaan Berakhir
  • Masa kepesertaan belum mencapai 3 (tiga) tahun, dimana dalam 3 (tiga) bulan berturut-turut tidak menyetor/mengiur
  • Tidak berlaku untuk dana pengalihan dari DPPK dan DPLK Lain
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Photo copy KTP
  • Buku simponi
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Bagi Peserta Kelompok)
Penarikan Akumulasi Iuran (belum dapat ditutup)
  • Peserta sudah tidak berpenghasilan lagi/berhenti bekerja/kena PHK
  • Usia peserta belum mencapai usia pensiun dipercepat
  • Tidak termasuk dana pengalihan dari DPPK dan DPLK Lain
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Photo copy KTP
  • Photo copy SK Berhenti Bekerja
  • Asli Surat Pernyataan tidak berpenghasilan bagi peserta Wiraswasta/Profesi
  • Photo copy Buku Simponi
Pengalihan ke DPLK Lain
  • Peserta perorangan/kolektif atas kehendak sendiri ingin mengalihkan kepesertaannya ke DPLK lain.
  • Minimal kepesertaan 1 (satu) tahun di DPLK BNI
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pengalihan kepesertaan DPLK lain
  • Photo copy KTP
  • Buku Simponi
  • Asli surat Konfirmasi kepesertaan dari DPLK yang baru / yang dituju.
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Peserta Kolektif)

Catatan : Total dana akhir peserta yang diterima akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hmmm... setelah menyimak keuntungan dari BNI Simponi, sepertinya saya pun harus merevisi dan mengevaluasi program pensiun yang sudah saya jalankan bersama suami. Target dana pensiun yang telah saya rencanakan harus tercapai. Jika tidak, maka kehidupan masa tua kelak menjadi taruhannya.

Dengan memperhatikan biaya hidup yang akan meningkat 30 – 40 tahun kelak, dan menentukan jumlah biaya hidup pensiun selama masa purna tugas, saya dapat menabung sedini mungkin mempersiapkan dana yang besar jumlahnya untuk digunakan saat pensiun kelak.

Jangan ragu untuk segera membuat program pensiun sejak dini, karena semakin panjang waktu investasi maka semakin baik. Artinya, bila terlambat menabung bisa menyebabkan sedikitnya dana pensiun yang akan diterima nanti. Jadi, yuk, rencanakan program pensiun dengan cermat bersama BNI Simponi. [ ]

Referensi

Tulisan ini diikutsertakan dalam BNI Simponi Blogging Competition