Senin, 21 Juli 2014

[Resensi] Membangun Rasa Percaya Diri Anak


Judul           : Membangun Rasa Percaya Diri Anak
Penulis         : Henny Puspitarini
Penerbit       : Elex Media Komputindo
Cetakan        : Pertama
ISBN             : 978-602-02-3956-9
Tebal Buku    :258 halaman




Saat membaca judulnya saya langsung tertarik. Maklum, sebagai ibu dari dua orang balita saya sangat ingin segera mempraktikkan tip dan trik membangun rasa percaya diri pada anak, agar mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di masanya.

Rasa percaya diri sebenarnya telah dimiliki setiap anak bahkan sejak mereka berada di dalam rahim berupa janin, hingga terlahir menjadi bayi. Pada bab pertama, penulis berbagi tip berkomunikasi dengan janin dan perlakuan pada bayi baru lahir untuk membangun rasa percaya dirinya sejak dini.

Namun dalam perkembangannya, rasa percaya diri anak bisa terkikis karena faktor lingkungan, dan faktor lainnya. Kenali indikasinya dan atasi sedini mungkin. Orang tua memiliki peran penting untuk membangun kembali rasa percaya diri anak. Beragam contoh kejadian disajikan dengan bahasa mengalir yang mudah dipahami membuat buku ini menjadi kian menginspirasi.

Dahsyatnya penggunaan bahasa dalam lisan keseharian mengingatkan para ibu untuk hati-hati saat berkomunikasi dengan anak, karena apa yang didengar dan dirasakan anak memberikan pengaruh bagi rasa percaya dirinya. Pada bagian lain buku ini juga mengulas peran penting Ayah dalam melatih kontrol emosi yang kurang pada diri anak hingga menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Melalui buku ini, penulis juga menyelipkan pengetahuan tentang bagaimana membangun kecerdasan logika matematika seorang anak melalui kegiatan bermain sehari-hari yang dapat kita praktikkan.

Karena setiap anak berbeda, penting untuk mengenali tipe anak, gaya belajar dan kecerdasan majemuknya sebelum membangun kembali rasa percaya diri anak. Anda akan dituntun mengenali dan menemukan solusinya dalam buku ini.

Saya menikmati setiap pengalaman nyata yang tuturkan dalam buku ini. Catatan penting yang ditandai dengan warna latar belakang tulisan yang lebih gelap, dan penggunaan font tulisan yang berbeda membuat buku ini kian menarik.

Sebagai bahan koreksi, ada beberapa kesalahan pengetikan, misalnya pada halaman 41 tertulis pemilu, padahal maksudnya adalah pemalu. Penggunaan kata saya berubah menjadi aku pada halaman 89 terlihat tidak konsisten. Meski demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi isi buku yang sangat membangun bagi pola asuh anak.  

Buku ini cocok sebagai salah satu bacaan bagi para ibu yang sudah memiliki anak, maupun yang sedang merencanakan kehamilan, dan para guru. Setelah membaca buku ini, semoga kita bisa memberikan teladan dan kasih sayang untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. [ ]



Minggu, 13 Juli 2014

Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis di Masa Penting Pertumbuhannya

Saat membaca buku Revolusi Cara Belajar,  sara takjub melihat tulisan tangan seorang anak berumur lima tahun. Tulisan yang indah dan rapi itu dibuat pada tanggal 7 April 1909. Melalui program montessori, anak-anak dikenalkan dengan kegiatan membaca dan menulis sejak dini. Saat berusia 2,5 tahun, anak mulai dikenalkan dengan pengalaman pra menulis, mengenal cerita, dan percakapan.

Jangan khawatir, anak tidak langsung diajari bagaimana menulis. Dengan kesabaran, sang guru menciptakan pengalaman konkret yang membuat anak mengembangkan kemampuan ‘motor’ hingga anak mengeluarkan kemampuan menulis secara mandiri. Bagaimana caranya?

Anak-anak dilatih mengembangkan keterampilan pra menulis melalui kegiataan bermain yang menyenangkan. Ada 24 langkah awal untuk mahir menulis, yaitu mulai dari bermain bola besar pada masa merangkak, menyusun cangkir plastik untuk anak usia 9 sampai 18 bulan, bermain puzzle, bermain air, meronce manik-manik atau makaroni, dan seterusnya sampai anak bisa menulis namanya sendiri menjelang usia empat tahun.

Jika sudah sampai tahap tersebut, barulah anak diarahkan untuk meniru tulisan orangtua. Dengan melibatkan anak menulis daftar belanja, dan bermain permainan menulis di komputer, bisa dipastikan anak tersebut akan keranjingan menulis sebelum umur lima tahun.

Demikian pula dengan belajar membaca untuk anak usia dini, ternyata bukanlah hal yang menakutkan. Belajar membaca seharusnya berjalan secara alami seiring dengan kemampuan berbicara anak. Beragam cara kreatif telah dicontohkan metode Glenn Doman untuk membuktikan bahwa belajar membaca itu menyenangakan. Bahkan sama mudahnya dengan belajar berbicara.

Dari sini saya pun terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Mencerdaskan anak bangsa bukan saja tugas mulia yang diemban para guru, tetapi juga orangtua dan masyarakat. Saya pun terpanggil untuk ikut serta mengambil peran penting ini.

Setelah dikaruniai dua orang anak, saya memilih mengabdikan diri untuk mengurus keluarga. Saya pun harus rela berpisah dengan puluhan anak didik sebuah TK swasta tempat saya mengajar. Awalnya cukup berat karena saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan kegiatan mengajar yang sudah saya lakukan selama sekitar 3 tahun.

Atas dukungan keluarga, saya menyulap salah satu kamar di lantai dua rumah kami menjadi kelas belajar. Murid pertama saya adalah anak-anak tetangga yang juga adalah teman sepermainan anak pertama saya yang usianya sekitar 5 sampai 6 tahun. Saya mengajarkan mereka membaca dengan jadwal dua kali pertemuan setiap seminggunya, dan lama belajar satu jam per pertemuan.


Belajar sambil bermain 

Yang membanggakan, ada beberapa anak yang dapat membaca dalam waktu tiga bulan. Sedangkan beberapa anak lagi, termasuk anak saya sendiri baru bisa membaca setelah lima bulan belajar bersama saya di rumah. Fayruz putri sulung saya saat itu baru berusia 3 tahun 10 bulan. Semua dilakukan dengan senang hati tanpa paksaan. Metode belajarnya sangat menyenangkan, bermain tetap menjadi kegiatan inti.

Belajar Membaca Menjadi Perdebatan

Memberikan pelajaran membaca untuk anak usia dini masih menjadi perdebatan di kalangan guru dan orangtua. Berdasarkan pengalaman saat menjadi guru TK, mengajarkan membaca untuk anak usia dini menjadi dilema. Satu pihak mengatakan bahwa membaca itu berkaitan dengan pemahaman logika dan menghafal simbol-simbol. Oleh karena itu, membaca tidak diajarkan di TK.

Sedangkan konsep pelajaran kelas 1 SD bukanlah tahapan belajar membaca lagi, tetapi masuk pada tahapan pemahaman bacaan agar bisa menjawab soal dengan benar. Lalu bagaimana nasib anak-anak yang belum bisa membaca tadi bisa menikuti pelajaran?

Guru TK kemudian mengantisipasinya dengan memberikan rangsangan membaca pada muridnya. Melalui beragam permainan kata, lagu, dan hiasan dinding yang dipajang di kelas, para guru berupaya mengenalkan aksara untuk mempersiapkan anak belajar membaca. Menurut pengalaman, khusus untuk murid TK B yang akan melanjutkan ke SD, belajar membaca menjadi pelajaran tambahan setelah jam sekolah berakhir.

Sebagian setuju bila anak usia dini cukup bermain saja untuk mencapai tahap perkembangannya dengan baik. Namun banyak juga orangtua murid yang dengan sadar mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti les, dan harus membayar ekstra untuk kegiatan itu.

Seringkali saya berfikir, mengapa kita tidak bisa menemukan solusi yang tepat untuk menyelsaikan masalah klise ini. Harus diakui dengan kemampuan membaca yang dikuasai seorang anak sejak dini sangat bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuannya kelak. Anak bisa membaca buku, mengetahui informasi dan pengetahuan untuk meningkatkan kecerdasannya.

Tentu saja cara belajar membaca yang harus dikoreksi agar tetap bisa diikuti anak tanpa membebaninya. Merancang kegiatan belajar melalui permaian, selain mengasah kemampuan akademik juga melatih kemampuan motorik anak, sehingga pertumbuhan anak berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Langkah untuk Belajar Membaca

Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat membaca pada anak adalah dengan menunjukkan buku berwarna cerah dengan ukuran tulisan besar, dan membacakannya setiap hari kepada anak. Biasanya kegiatan membacakan cerita atau mendongeng ini dilakukan orangtua saat hendak menidurkan anak.

Hubungkan membaca dengan semua indra, caranya beri label atau nama semua barang sehingga anak dapat mengenali tulisan dan bacaannya sekaligus. Sebaiknya tulisan tersebut dicetak dengan tinggi 7 senti meter. Beri nama semua benda yang bisa dilihat anak, mulai dari nama anggota keluarga, nama bagian tubuh, dan benda lainnya di sekitar rumah.

Langkah selanjutnya untuk belajar membaca, yaitu memberi nama semua hal yang bisa dilakukan anak. Misalnya, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, berguling, berbicara, lambat, tenang, dan seterusnya. hal yang terpenting lainnya adalah dengan selalu beri pujian apabila anak bisa menjawab pertanyaan dan melakukan perintah dengan benar.

Pertanyaan yang sering muncul kemudian adalah, apakah pembelajaran dini tersebut akan merampas kebahagiaan anak di masa kanak-kanaknya? Selama proses belajar dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka hal tersebut akan menyenangkan.

Peringatan bagi para ibu yang mengajari putra-putrinya di rumah, apabila sedang dalam kondisi emosional dan tidak dapat menikmati waktu saat mengajari anaknya, maka berhentilah.

Menulis Buku Panduan Membaca

Lalu bagaiman dengan bagi orangtua yang terlambat melakukan stimulasi tersebut dalam usia tiga tahun pertama buah hati mereka? Sedangkan anak mereka saat ini akan memasuki sekolah dasar namun belum bisa membaca.

Pengalaman selama mengajar membaca telah saya tuangkan menjadi buku panduan belajar membaca berjudul ‘Aku Bisa Baca jilid 1 dan 2’. Melalui buku tersebut saya ingin berbagi tips dan trik mengajarkan membaca mudah dan menyenangkan kepada para orangtua dan guru di lembaga pendidikan pra sekolah, maupun guru kursus membaca. Semoga hal ini bisa membantu.


Saya tak ingin memperdebatkan tentang penting tidaknya mengajarkan anak membaca. Saya ingin berbuat dan menunjukkan bahwa mengajarkan anak usia dini membaca bukanlah hal yang negatif. Sebagai bagian dari bangsa ini, saya merasa terpanggil untuk turut aktif mencerdaskan anak bangsa. 

Dan beginilah pengalaman saya selama mengajar membaca untuk anak-anak usia dini dan juga anak-anak usia sekolah dasar. Saya ingin membaginya kepada seluruh orangtua dan guru di pelosok negeri ini. Puluhan anak berhasil menyelesaikan program membaca dengan hasil memuaskan. 


Kelas Klasikal, jumlah murid 5 sampai 7 orang per kelas

Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia di usia emasnya kelak. Semoga akan lahir generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, tangguh, dan penuh dedikasi. Dan inilah saatnya bagi saya, anda, dan kita semua untuk bahu-membahu mencerdaskan anak bangsa dengan karya dan kreativitas yang kita miliki. Majulah Indonesia Raya. [ ]

Saksikan Indahnya Samarinda Sambil Ngabuburit di Islamic Centre


Islamic Centre merupakan salah satu bangunan termegah di Samarinda, ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Bangunan utama luasnya sekitar 43 meter persegi itu pun menjadi salah satu tempat asyik ngabuburit bersama kerabat dan sahabat. Beberapa komunitas memanfaatkan halamannya yang luas sebagai tempat reuni, diskusi dan buka puasa bersama.

Rasakan hangatnya matahari sore berpadu dengan semilir angin dari Sungai Mahakam yang berada tepat di seberang masjid. Indahnya pesona Kota Samarinda yang terbelah oleh Sungai Mahakam dapat disaksikan dari sebuah menara utama setinggi 99 meter di sebelah selatan. Jika sedang banyak pengunjung, maka kita harus mengantre sebuah lift di menara Asmaul Husna tersebut yang hanya mampu menampung 10 orang pengunjung. 
 
Selain sebagai tempat beribadah, Islamic Centre Kaltim juga menjadi tempat favorit anak-anak. Mereka memanfaatkannya untuk bermain, berlarian mengitari halaman dengan taman yang indah, beberapa di antara mereka bahkan sengaja membawa sepatu roda dan sepeda. Sudut bangunan yang bisa menampung sekitar 40 ribu jemaah itu terlihat begitu eksotik, hingga selalu diabadikan dalam kamera yang dibawa para pengunjung.



Setelah puas berkeliling, mendekati waktu berbuka puasa panitia Islamic Centre menyiapkan ruangan di lantai satu untuk mendengarkan tausiyah dan doa bersama jemaah lainnya. Jemaah perempuan duduk di sebelah kanan dan jemaah laki-laki di sebelah kirinya. Uniknya lagi, selain bisa tanya jawab langsung dengan penceramah untuk memperdalam pemahaman agama, panitia juga menyiapkan takjil untuk berbuka. 

Sirine tanda berbuka puasa pun terdengar, sang ustad memimpin doa berbuka diikuti jemaah. Sepotong amparan tatak, risoles, tiga butir kurma dalam satu piring stainless steel dan satu gelas kemasan air mineral menjadi hidangan yang nikmat untuk membatalkan puasa. Lantunan doa setelah berbuka puasa kembali dibacakan ustad diaminin para jemaah. Dengan tertib para jemaah meninggalkan ruangan tersebut dan berpindah ke lantai dua masjid untuk mengikuti shalat magrib. 

Dengan cekatan panitia membereskan ratusan piring dan kemasan air mineral yang telah kosong. Mereka merapikan tempat tersebut untuk menjamu para pengunjung dan jemaah esok hari, bersama penceramah dan materi tausiyah yang berbeda. Jadi, bila Anda berkunjung ke Samarinda, jangan lewatkan berbuka bersama di Islamic Centre Samarinda. 



See more at:
http://news.liputan6.com/read/2077126/saksikan-indahnya-samarinda-sambil-ngabuburit-di-islamic-centre

Jumat, 04 Juli 2014

Segarnya Air Putih Untuk Berbuka Puasa

Sebenarnya aku paling sulit minum air putih, apalagi untuk buka puasa. Bayangkan saja, setelah sekitar 14 jam tidak makan dan minum, tiba-tiba harus berbuka dengan air putih. Air putih yang tawar itu terkadang membuatku eneg. Parahnya, aku juga tidak terbiasa minum sirup atau makan kolak manis.

Sebagai keturunan yang beresiko terserang diabetes karena ayahku adalah penderita diabetes, aku harus bijak mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi gula berlebih. Dan air putih adalah alternatif terbaik. Air putih terasa nikmat bila diminum saat kepedasan. Ah, kan, tidak mungkin juga bila aku menyantap sambal saat berbuka.

Mencontoh cara Nabi Muhamad Saw berbuka puasa dengan mengkonsumsi kurma dan air putih ternyata sangat menolongku. Setelah mengunyah kurma, aku pun menyeruput air putih hangat demikian seterusnya hingga segelas air ludes bersama dua butir kurma. Karenamengkonsumsi air hangat, keringat mengembun diwajahku, dan bagiku itulah sensai segar menyantap air.

Efeknya, timbul rasa kenyang, barangkali ini adalah penyamaran dari rasa haus.Ini juga yang meringankanku menunaikan ibadah shalat magrib.  Rasa kenyang yang timbul setelah minum menjadi takaran agar aku tidak berlebihan ketika makan.

Pertanyaan menggelitik mengusikku, sudahkah air yang kukonsumsi selama ini layak minum? Apalagi aku hanya mengandalkan air dari Perusahaan DaerahAir Minum di tempatku. Bersumber dari Sungai Mahakam yang diolah sedemikian rupa sebelum dialirkan ke rumah para konsumennya itulah yang menjadi penyambung hidupku.

Aku percaya air tersebut aman dikonsumsi karena telah teruji secara klinis. Ditunjang dengan tampilan fisik air yang berwarna bening, tidak beraroma, dan rasanya yang ringan di mulut bisa jadi patokan bahwa air tersebut layak minum. Sensasi air layak minum lainnya adalah setelah diteguk air tersebut membuat kita ingin meminumnya lagi.

Minum air dalam jumlah yang cukup dapat memacu peningkatan kesehatan. Air bekerja dengan ajaib memelihara kesehatan tubuh. Namun minum air dalam jumlah banyak sekaligus ternyata juga tidak baik. Selain bisa menyebabkan turunnya kadar natrium dalam darah, juga bisa menyebabkan pengenceran darah. Jadi, penting mengatur jumlah air minum yang aman dikonsumsi selama waktu berbuka hingga sahur.

Meminjam rumus pola minum air selama menjalani ibadah puasa seperti yang disampaikan bintang iklan Ferdi Hasan, sangat membantu agar tubuh tak dehidrasi. Dua gelas saat bebuka, empat gelas ketika malam, dan dua  gelas saat sahur dapat diterapkan agar asupan air bagi tubuh terjaga. Puasa tetap sehat dan nyaman dengan konsumsi air putih yang cukup. Jadi, jangan takut mengkonsumsi air putih saat berbuka dan sahur. 

Ciptakan sesasi segar minum air putih dengan caramu sendiri. Kamu bisa mengkonsumsinya saat hangat, dalam keadaan dingin, atau menambahkan buah potong dan menyulap air putih menjadi infus water seperti yang sedang trend saat ini. Semua sah-sah saja, yang penting tubuh tidak kekurangan air saat puasa di siang hari. Semoga kita semua mendapat pahala dan kemudahan saat menjalankan ibadah puasa, meski berada dalam panas terik sekalipun.

Minum air putih, hmmm... segarnya!


Kamis, 03 Juli 2014

Untuk Generasi Indonesia

Saya lahir dan besar di pulau terbesar Indonesia, tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur. Julukan lumbung energi layak disematkan pada Kalimantan sebagai pulau penghasil batubara, minyak, gas, dan geothermal. Selain mengandung gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik dan pemanas pengganti batu bara, hutan Kalimantan menyimpan emas dan intan. Kalimantan sangat kaya, pulau ini juga merupakan penyedia sumber energi botani atau bioenergi dari CPO sawit.

Saat menamatkan pendidikan tinggi, saya mendapat kesempatan bekerja di perusahaan tambang mineral dan batu bara terbesar di dunia milik Negara Asutralia yang beroperasi di hutan Kalimantan. Pada saat itu rasa nasionalisme saya menggelora hebat. Kecintaan saya sebagai warga negara terhadap Indonesia kian kuat. Saya bekerja dan tinggal bersama teman-teman dari berbagai penjuru nusantara, dan juga tenaga ekspatriat.

Karena tinggal dan bekerja satu lokasi di tengah hutan, di sanalah saya mulai menjelajah hutan, mengarungi hulu Sungai Mahakam, bertemu penduduk yang mengelola hutan dengan pendekatan budaya lokal. Setiap hari saya disuguhi pemandangan alam yang indah, menghirup oksigen segar langsung dari 'pabriknya', menyaksikan keindahan floran dan fauna hutan hujan tropis yang tiada duanya. 


Bersama patner kerja dan dr. Wijana mengunjungi masyarakat
Satu kenangan indah yang bersejarah yang saya alami adalah saat saya didaulat menjadi protokol yang bertugas membacakan susunan acara pada upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Ini menjadi begitu spesial bagi saya karena upacara tersebut dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan tambang yang beroperasi di hutan belantara Kalimantan tempat saya bekerja. Pesertanya bukan saja warga negara Indonesia, tetapi juga ekspatriat. Upacara itu juga adalah upacara bendera terakhir sebelum perusahaan berhenti beroperasi.

Menjadi pembawa acara pada upacara peringatan Kemerdekaan RI

Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

Bangga sekaligus sedih membalut hati saya. Bangga atas kekayaan bumi pertiwi, sedih karena harta itu justru dikeruk dan dinikmati oleh orang asing. Kini hanya lubang tambang yang menganga menjadi saksi bisu betapa mudahnya Bangsa Indonesia menyerahkan isi perut buminya kepada orang asing dengan dalih investasi. Dan ketika mereka pergi membawa semuanya, tinggallah masyarakat sekitar tambang yang hidup dalam keprihatinan.

Meski berduka dengan kenyataan ini, saya harus bangkit memupuk kecintaan terhadap tanah air. Indonesia, di sinilah saya lahir, dan dari sini juga saya hidup. Belum terlambat untuk berbuat, demi Indonesia yang lebih baik. Saya bangga menjadi bagian dari Indonesia, negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, yaitu sekitar 17 ribu pulau.

Kalimantan adalah bagian kecil dari Indonesia yang luas dan kaya. Hingga detik ini saya masih bisa menyaksikan kekayaan perut buminya terus digali. Saat bersantai di tepian Sungai Mahakam, pemandangan menakjubkan tumpukan 'emas hitam' bergunung-gunung yang melintas adalah hal yang biasa. Meski menjadi eksportir terbesar kedua setelah Australia, anehnya Indonesia justru belum memaksimalkan pemanfaatan batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya.


Sungai Mahakam, sarana transportasi ratusan ton batu bara 
Masih banyak pulau-pulau dengan kekayaan alam, suku, dan budaya bagian dari Indonesia. Surga dunia itu ada di Indonesia. Udara yang segar, hamparan padi membentang bagai permadani, tajuk hutannya bagaikan kumpulan brokoli, gunung yang menjulang, dan laut dengan kekayaan biotanya menyuguhkan pemandangan yang menyegarkan mata.

Saya yakin kita sepakat dengan kekayaan Indonesia yang tak terbantahkan. Bahkan penulis buku The History of Java, Raffles takjub dengan kesuburan tanah di jawa. Sedangkan Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia” menyatakan bahwa Indonesia adalah taman firdaus. Kejayaan Indonesia pun telah ditorehkan dalam sejarah kerajaan di masa lalu, di antaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, dan Kerajaan Kutai.

Ekpresi Cinta untuk Indonesia

Tidak mudah memang mengembalikan kejayaan Indonesia di masa lalu. Meski demikian, saya terus mengobarkan semangat mencintai tanah air kepada orang-orang terdekat di sekitar saya. Sebagai ibu dua orang anak, saya mengajak anggota keluarga untuk mengekspresikan rasa cinta pada Indonesia, misalnya dengan menggunakan produk-produk buatan Indonesia.

Saya menularkan rasa cinta tanah air ini kepada kedua buah hati dengan cara memperkenalkan masakan Indonesia yang memiliki cita rasa unik dan lezat. Wisata kuliner menyantap Soto banjar, coto makasar, soto jawa, empek-empek palembang, masakan padang, dan masakan khas lainnya semoga mengokohkan kecintaan mereka pada tanah tumpah darah Indonesia. Bangga menggunakan kerajinan khas daerah untuk melengkapi penampilan sehari-hari adalah cara lainnya mengangkat budaya bangsa ini agar tak tenggelam.

Dompet manik membuat saya kian percaya diri
Mendongeng dan membacakan buku cerita juga saya lakukan  untuk membuka wawasan anak-anak tentang keragaman budaya Indonesia. Dengan membacakan buku saya mengajak anak-anak berkeliling nusantara. Ini pulalah yang menginspirasi saya untuk menulis cerita anak dengan mengangkat tokoh binatang khas Indonesia, yaitu beruang madu dan bekantan. Semoga melalui buku ini, anak-anak bisa menjaga lingkungan demi kelestarian satwa khas Indonesia.

Membacakan cerita cara efektif memperkenalkan Indonesia 



Dan yang paling seru adalah saat mengajak mereka mengunjungi pagelaran kesenian tradisional pada event-event tertentu. Mereka melihat dan mendengar langsung kekayaan musik Indonesia. Saya berharap, semoga pengalaman berharga ini mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap tanah air. 


Mengenal Reog lebih dekat

Saya bangga menjadi warga negara Indonesia dan akan terus menularkan rasa ini kepada generasi penerus. Semoga anak-anak memiliki kebanggaan terhadap Indonesia, dan memberikan sumbangsih pemikiran dan karya terbaiknya untuk negeri tercinta. Karena anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia emas kelak. [ ]





Minggu, 15 Juni 2014

Untuk Bapak Tersayang

Apa kabar, Pak?
Rindu untuk bapak rasanya tak pernah sirna, meski kita telah bersua. Untuk bisa bersama bapak, adalah sesuatu yang sangat berharga buat saya. Dan saya begitu menikmati kesebersamaan kita yang hanya sekejap.

Bapak
Sama seperti saya, apakah bapak juga merindukan saya setiap waktu?
Apakah nama saya masih terukir indah di hati bapak, bersama nama-nama mereka yang lain yang kini berada dekat di sisi bapak?
Sejujurnya saya tak ingin berpisah jauh dari Bapak, namun takdir kita berkata lain.
Percayalah, saya sudah menerimanya dengan ikhlas.

Bapak
Terima kasih telah menyayangi saya dengan cara bapak yang kadang tak bisa saya mengerti. Belakangan baru saya tahu, itulah pelajaran berharga yang menempa dan membuat saya kuat.
Terima kasih telah memberi semangat, dan terus menafkahi saya hingga menyelesaikan pendidikan tinggi. Saya ingin terus berprestasi agar Bapak mengingat saya. Meski Bapak hidup berkelimpahan hari ini, namun saya pasti akan membalas kebaikan dan membahagiakan Bapak kelak.


Bapak
Terima kasih telah mengajarkan keberanian dan kemandirian, hingga akhirnya saya bisa berdiri sekokoh ini. Padamu saya banyak belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan kedispilinan. Bapak adalah kekuatan dan sumber inspirasi saya. Teruslah berkarya, bapak adalah kebanggaan saya, kebanggaan kami, dan kebanggaan mereka.

Bapak
Semoga Bapak selalu sehat, sukses, dan hidup bahagia.
Doakan saya dan cucu-cucu Bapak agar bisa hidup mulia di dunia ini.
Doakan saya agar sabar dan kuat menjalani takdir.
Meski kita tak bisa leluasa bersama di dunia ini, saya selalu berdoa semoga kita ditakdirkan untuk bisa bersama di surga-Nya kelak.

Bapak
Jaga kesehatan, ya!
saya masih ingin bertemu Bapak lagi. Ada banyak kebahagiaan yang ingin saya ceritakan pada bapak. Tentang mimpi-mimpi yang mulai terwujud, dan kebahagiaan buah dari kesabaran selama ini. Semua itu karena semangat yang Bapak tularkan pada saya. Dan ilmu yang telah bapak contohkan dalam perilaku keseharian yang berhasil saya serap.

Saya sayang Bapak. Sayang yang tak berbatas.
Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak yang telah menafkahi keluarga dengan sebaik-baik balasan.
Semoga Tuhan menghibur hati Bapak yang lelah dengan sebaik-baik hiburan.
Jasa-jasa Bapak masih terukir indah di hati saya. Tak akan pernah pudar meski terkikis oleh waktu dan jarak.
Bapaklah pahlawan keluarga, kebanggaan saya.
Happy Father’s Day, Pak! 


Salam hormat 
Dari putrimu yang selalu merindukanmu

Kamis, 15 Mei 2014

Rencanakan Program Pensiun dengan Menabung Sejak Dini

Muda kaya raya, tua sejahera. Siapa, sih, yang nggak mau? Namun untuk menikmati masa tua yang sejahtera tidaklah semudah yang dibayangkan. Harus dipersiapkan sejak muda. Tingginya biaya hidup hari ini terkadang menjadi alasan tak bisa menabung untuk hari tua. Yah, bagaimana bisa menabung kalau untuk menutupi kebutuhan hari-hari saja sudah pas-pasan?

Sekarang, yuk, kita balik pertanyaannya! Jika hari ini saja biaya hidup sudah tinggi, bagaimana 30 – 40 tahun yang akan datang? Sudah bisa dipastikan biaya hidup akan semakin mahal. Apalagi saat itu kita tidak bisa bekerja secara maksimal, atau bahkan sudah tidak bekerja lagi, karena fisik yang semakin tua. Kalau begini, tentu saja mempersiapkan dana pensiun sejak muda akan menjadi solusinya.

Kenyataannya, ketika muda dan memiliki karir bagus, seringkali kita lalai. Rezeki melimpah yang diperoleh saat itu, membuat kita terlena untuk membeli hal-hal yang sifatnya konsumtif bukan berdasarkan kebutuhan. Dengan alibi memanjakan diri karena telah memeras keringat, kita menggelontorkan uang untuk keperluan yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Parahnya lagi, kita tidak segera menabung karena merasa bahwa esok pasti akan mendapatkan rezeki dengan jumlah yang lebih besar lagi. Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar. Tak selalu di atas, terkadang harus berada di bawah. Bisa saja hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya perusahaan tempat kita bekerja kehabisan bahan produksi, kehabisan modal atau bahkan bangkrut. Sehingga para karyawannya dirumahkan lebih cepat. Dan ketika saat itu tiba, ternyata kita tidak punya apa-apa untuk menyambung hidup selanjutnya.

Belum lagi biaya hidup dari tahun ke tahun yang selalu mengalami kenaikan atau yang lebih populer dengan sebutan inflasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu terbatasnya sumber daya alam dan naiknya biaya untuk membuat barang dan jasa tersebut. Faktor lain adalah, karena naiknya permintaan atas barang tersebut. Terkadang inflasi terjadi karena dua faktor tersebut terjadi bersamaan. Dampaknya, harga barang dan jasa menjadi kian mahal.

Disiplin Menabung
Selagi masih ada waktu, mari manfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan biaya di masa tua kelak. Teruslah memotivasi diri dan memimpikan masa tua yang sejahtera. Bayangkan ketika memasuki usia senja, kita tetap merasa seperti berada di usia muda. Memiliki kebebasan finansial, sehingga ketika sakit tak perlu pusing memikirkan biaya berobat. Atau bisa berlibur bersama pasangan tercinta mengunjungi berbagai tempat yang diinginkan.

Dengan menjalankan program pensiun hari ini, membuat kita lebih siap menghadapi masa tua tanpa harus bergantung sepenuhnya kepada anak. Semoga ini bisa jadi salah satu motivasi yang menguatkan kita untuk mempersiapkan dana sedini mungkin untuk masa tua kelak.


Menabung adalah salah satu cara terbaik. Rahasia agar bisa disiplin menabung adalah dengan menyisihkan sejumlah uang yang akan ditabung segera setelah mendapatkan penghasilan. Barulah sisanya digunakan untuk membayar pos-pos pengeluaran dan biaya hidup lainnya.

Beberapa sahabat saya memilih memotong penghasilannya yang dibayarkan melalui bank secara otomatis untuk di transfer ke rekening tabungan mereka. Meski harus membayar biaya transfer yang dibebankan bank, ia tak merasa keberatan. Karena hal itu membuatnya disiplin menabung.

Program Pensiun
Pengalaman saya ketika bekerja di perusahaan swasta, yang memiliki karyawan minimal 10 orang atau membayar gaji minimal Rp1juta, maka saya otomatis diikutkan dalam program pensiun yang dikelola sebuah BUMN, dan dananya disebut santunan program jaminan hari tua. Hal ini adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawannya.

Saya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah uang untuk dana pensiun yang akan saya terima kelak. Setahu saya, iuran pembayaran program tersebut dibebankan dari gaji saya sebanyak dua persen, dan dari perusahaan sebanyak 3,7 persen setiap bulannya. Saya merasakan manfaatnya saat saya berhenti bekerja. Dan baru pada saat pencairan dana tersebutlah saya mengetahui berapa total uang yang saya terima setelah bekerja bertahun-tahun lamanya.

Meski suami saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan saat purna tugas kelak mendapat dana pensiun dari pemerintah dalam bentuk Taspen yang dibayarkan setiap bulannya, tidak membuat kami merasa puas. Setelah mengurus keluarga, Saya memanfaatkan waktu di rumah dengan membuka usaha pelayanan jasa pendidikan untuk menambah penghasilan keluarga. Selain untuk menutupi kebutuhan, sebagian hasil usaha tersebut kami tabung untuk persiapan hari tua.

Meski beberapa di antara kita ada yang telah mengikuti program pensiun secara otomatis, misalnya karena perusahaan tempat kita bekerja saat ini telah memiliki program pensiun, tak ada salahnya kita mencoba program pensiun lainnya. Pilihan ini menjadi alternatif terbaik bagi Anda yang bekerja pada institusi atau perusahaan yang tidak menyiapkan program pensiun pegawai usai masa kerja.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK merupakan program penyiapan dana pensiun bagi pekerja dengan ragam profesi untuk menghadapi masa tua yang dikelola BNI dengan label Simponi adalah alternatif tersebut. Kita bisa mengetahui besar dana pensiun yang kita inginkan serta mempersiapkan dana tersebut dengan menabung sejak dini. BNI Simponi membantu kita merancang program pensiun sendiri. Dan kita pun dapat mengetahui perkembangan dana pensiun tersebut setiap saat.

Kenapa di BNI?
Bank Negara Indonesia yang lebih dikenal dengan BNI merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 5 Juli 1946. BNI pula lah yang mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, yaitu ORI atau Oeang Republik Indonesia pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946.

BNI yang memiliki 1.585 outlet domestik dan lima cabang di luar negeri adalah bank terpercaya untuk mengelola dana pensiun. Pada akhir tahun 2012, bank yang sahamnya dimiliki pemerintah sebanyak 60% dan sebanyak 40% dimiliki oleh pemegang saham publik ini terus berkibar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagai bank terbesar ke-4 di Indonesia, BNI selalu berusaha untuk menjadi bank pilihan yang menyediakan layanan prima dan solusi bernilai tambah kepada seluruh nasabah.
BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.

Jaminan Hari Tua BNI Simponi
BNI Simponi adalah layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  (DPLK BNI) sejak tahun 1994 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.

Siapa pun Anda, bisa menjadi peserta BNI Simponi. BNI Simponi bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat apapun profesinya, baik itu pegawai negeri, pegawai swasta, pegawai BUMN/BUMD, dokter, notaris, konsultan, akuntan, pengacara, arsitek, pedagang, petani, buruh, mahasiswa dan lain sebagainya yang menginginkan kesejahteraan di masa purna tugas.

Syarat menjadi peserta BNI Simponi sangat mudah, yaitu hanya dengan membawa fotocopy KTP dan mengisi aplikasi sesuai dengan identitas diri serta menyetor iuran awal minimal sebesar Rp 250.000 ke Kantor Cabang BNI terdekat, maka Anda langsung menjadi peserta BNI Simponi.

Setoran BNI Simponi
Setoran iuran BNI Simponi dapat dilakukan dengan 4 (empat) cara, yaitu :

  • Tunai di seluruh Kantor Cabang BNI terdekat.
  • Transfer dari bank lain.
  • Melalui fasilitas autodebet dari rekening tabungan atau giro di BNI.
  • Melalui layanan fasilitas Phone Banking BNI

Meski peserta berpenghasilan terbatas, namun dengan melakukan iuran minimal Rp 50.000 maka peserta akan mendapatkan pengembangan yang optimal setiap bulannya. Selain itu, setelah memasuki usia pensiun, peserta berpeluang untuk mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, dan dapat diteruskan kepada ahli waris.

Pengembangan yang diberikan kepada peserta BNI Simponi
Besarnya hasil pengembangan yang diberikan tergantung pada bunga yang berlaku di pasar pada saat itu dan tergantung paket investasi yang dipilih peserta yang terdiri atas :

  • 75%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 25% (Obligasi)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Obligasi)
  • 100% (Deposito dan/atau Pasar Uang)
  • 100% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah)
  • 50%   (Deposito, Pasar Uang dan/atau Obligasi Syariah) dan 50% (RD Syariah)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
  • 50%   (Obligasi); 50% (Reksadana dan/atau Saham)

Usia pensiun di BNI Simponi
BNI Simponi menyediakan usia pensiun normal mulai dari 45 tahun.

Jenis manfaat pensiun BNI Simponi
  • Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.
  • Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.
  • Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  • Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.

Benefit yang didapat selama menjadi peserta BNI Simponi
  • Iuran dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam jumlah iuran maupun frekuensi iuran.
  • Dalam masa kepesertaan dana peserta tidak akan dikenakan pajak. Iuran yang disetorkan maupun pengembangan yang diperoleh mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan.
  • Arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta sesuai dengan paket investasi yang disediakan.
  • Dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.

Tanda Bukti Kepesertaan BNI Simponi
Setiap peserta baik peserta mandiri / perorangan maupun peserta kelompok / kolektif akan memperoleh Buku Simponi seperti halnya buku tabungan sebagai tanda bukti kepesertaan BNI Simponi. Dengan Buku Simponi tersebut, peserta kapan pun dapat mengetahui jumlah dananya dengan cara print out  Buku Simponi di Kantor Cabang BNI terdekat.

Computerized & Online
Seluruh aktivitas BNI Simponi dari pembukaan rekening, pembayaran iuran, penarikan dana dan informasi saldo dana sampai proses pensiun dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia dengan fasilitas On Line System.

Mudahnya Memperoleh Manfaat Pensiun
Untuk melakukan proses pencairan dananya, peserta bisa datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan persyaratan sebagai berikut:

Jenis Pencairan
Keterangan
Berkas yang harus dikirim
Pensiun Normal
  • Peserta telah mencapai usia pensiun normal yang dipilih
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp 500 juta
  • Photo copy KTP
  • Photo copy KK
  • Buku Simponi
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Bagi Peserta Kelompok)
Pensiun Dipercepat
  • Peserta telah mencapai usia pensiun dipercepat minimal 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp 500 juta
  • Photo copy KTP
  • Photo copy KK
  • Buku Simponi
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Bagi Peserta Kelompok)
Pensiun Meninggal Dunia / Cacat Tetap
  • Peserta meninggal dunia atau cacat tetap sehingga tidak bisa bekerja lagi
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp 500 juta
  • Photo copy KTP Peserta dan ahli waris
  • Buku Simponi
  • Asli/photo copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang dilegalisir oleh pejabat setempat/rumah sakit
  • Asli Surat Keterangan dari Dokter bagi peserta cacat tetap
  • Photo copy Kartu Keluarga
  • Photo copy Surat Nikah
Kepesertaan Berakhir
  • Masa kepesertaan belum mencapai 3 (tiga) tahun, dimana dalam 3 (tiga) bulan berturut-turut tidak menyetor/mengiur
  • Tidak berlaku untuk dana pengalihan dari DPPK dan DPLK Lain
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Photo copy KTP
  • Buku simponi
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Bagi Peserta Kelompok)
Penarikan Akumulasi Iuran (belum dapat ditutup)
  • Peserta sudah tidak berpenghasilan lagi/berhenti bekerja/kena PHK
  • Usia peserta belum mencapai usia pensiun dipercepat
  • Tidak termasuk dana pengalihan dari DPPK dan DPLK Lain
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Photo copy KTP
  • Photo copy SK Berhenti Bekerja
  • Asli Surat Pernyataan tidak berpenghasilan bagi peserta Wiraswasta/Profesi
  • Photo copy Buku Simponi
Pengalihan ke DPLK Lain
  • Peserta perorangan/kolektif atas kehendak sendiri ingin mengalihkan kepesertaannya ke DPLK lain.
  • Minimal kepesertaan 1 (satu) tahun di DPLK BNI
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000,-
  • Surat pengalihan kepesertaan DPLK lain
  • Photo copy KTP
  • Buku Simponi
  • Asli surat Konfirmasi kepesertaan dari DPLK yang baru / yang dituju.
  • Photo copy SK Berhenti Kerja (Peserta Kolektif)

Catatan : Total dana akhir peserta yang diterima akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hmmm... setelah menyimak keuntungan dari BNI Simponi, sepertinya saya pun harus merevisi dan mengevaluasi program pensiun yang sudah saya jalankan bersama suami. Target dana pensiun yang telah saya rencanakan harus tercapai. Jika tidak, maka kehidupan masa tua kelak menjadi taruhannya.

Dengan memperhatikan biaya hidup yang akan meningkat 30 – 40 tahun kelak, dan menentukan jumlah biaya hidup pensiun selama masa purna tugas, saya dapat menabung sedini mungkin mempersiapkan dana yang besar jumlahnya untuk digunakan saat pensiun kelak.

Jangan ragu untuk segera membuat program pensiun sejak dini, karena semakin panjang waktu investasi maka semakin baik. Artinya, bila terlambat menabung bisa menyebabkan sedikitnya dana pensiun yang akan diterima nanti. Jadi, yuk, rencanakan program pensiun dengan cermat bersama BNI Simponi. [ ]

Referensi

Tulisan ini diikutsertakan dalam BNI Simponi Blogging Competition