Kamis, 09 April 2020

Anak Main Gunting, Siapa Takut! Menggunting Melatih Anak Belajar Menulis


Anak Anda suka main gunting di rumah? Jangan buru-buru dimarahi dulu ya, Bu. Sebaiknya segera dampingi anak dan ajari cara menggunting dengan benar. Lalu jelaskan pada mereka apa saja yang boleh dan tidak boleh digunting.
Menggunting merupakan kegiatan menyenangkan bagi anak-anak sekaligus dapat melatih kekukatan jari-jari mereka sebagai persiapan belajar menulis. Otot jari dan tangan anak yang terlatih akan memudahkan mereka memegang pensil dengan baik dan benar, sehingga mereka lebih mudah saat belajar menulis.
“Ada beberapa anak usia enam tahun lebih tetapi belum bisa memegang pensil dengan baik,” kata pemerhati pendidikan, Dwi Rahmawati. 
Penulis buku yang akrab dipanggil Dira ini menambahkan bahwa keadaan tersebut membuat anak kesulitan saat menulis apalagi bagi mereka yang telah menempuh pendidikan dasar. Belum terlambat untuk melatih kekuatan jari dan otot tangan anak, caranya adalah dengan melakukan permainan sederhana yang dapat melatih motorik halus tersebut.
Kemajuan teknologi yang ditandai dengan semakin canggihnya gawai yang dimiliki setiap keluarga ikut mempengaruhi cara bermain anak. Orang tua yang sibuk memilih memberikan gawai untuk menenangkan anak-anaknya. Padahal anak-anak dapat diarahkan untuk melakukan permainan ketangkasan yang membuat mereka aktif bergerak karena sifatnya menyenangkan.
Gawai yang oleh sebagian orang tua dianggap sebagai solusi dalam masalah pengasuhan ini justru dapat menimbulkan masalah yang cukup rumit bagi anak, yaitu kecanduan permainan virtual. Apalagi anak belum bisa mengendalikan diri dengan baik, sehingga harus terus diarahkan. Sementara orang tua tak punya banyak waktu untuk mengawasi anak-anak mereka bermain gawai.
            Padahal masih banyak permainan yang dapat dilakukan anak-anak selain permainan virtual, misalnya mengenalkan berbagai macam permainan tradisional. Selain itu, kegiatan menggunting juga bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif permainan yang menyenangkan, tentunya harus dibawah bimbingan orangtua.
            Kegiatan menggunting yang dilakukan oleh anak dapat melatih otak kiri mereka. Kemampuan menggunting tepat pada garis pola melatih anak untuk melakukan segala sesuatu dengan tepat, serta melatih koordinasi tangan dan mata anak saat menggerakkan gunting dengan jari-jarinya.

Buku Pintar Menggunting
            Untuk memudahkan orang tua dan guru dalam bermain gunting, Ibu tiga anak ini menulis buku berjudul Pintar Menggunting yang diterbitkan oleh Rainbow imprint Penerbit Andi Yogjakarta. Dalam buku setebal 120 halaman tersebut, anak-anak bisa praktik menggunting garis lurus, garis miring, zig-zag, lengkung, bergelombang. Selain itu anak-anak juga dikenalkan dengan pola menggunting bentuk geometri, yaitu segitiga, lingkaran, dan macam-macam garis kombinasi.


Deskripsi Buku

Judul        : Pintar Menggunting        
Penulis     : Dwi Rahmawati
Ilustrator  : Endy Astiko
Tebal        : 120 halaman
Penerbit   : Rainbow (Imprint Penerbit Andi)
ISBN         : 978-602-53860-6-0

            Buku seri aktivitas anak ini disajikan dengan gambar ilustrasi menarik yang dibuat oleh Endy Astiko. Harapannya agar anak tidak bosan dan bersemangat menggunakannya. Kecakapan anak semakin terasah saat memasuki ‘Bab Gunting dan Tempel’ yang mengasah kemampuan berfikir anak untuk tidak hanya menggunting tetapi mahir menyusul hasil guntingannya yang berupa kepingan puzzle sederhana menjadi gambar utuh.
            Di bagian akhir buku terdapat permainan menggunting yang tak kalah seru, yaitu pada ‘Bab Yuk, Membuat Mainan’. Setelah menggunting pola bergambar, anak dapat melipat hasil guntingan dan memainkannya. Sebagai bentuk penghargaan pada anak yang telah berhasil menggunting dengan baik, dibagian akhir buku terdapat sertifikat sebagai bentuk reword yang dapat diisi dengan data pribadi anak beserta foto. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak karena pekerjaan yang dilakukannya mendapat apresiasi positif dari orang tua dan guru.
            “Buku ini merupakan salah satu dari sekian banyak permaian yang dapat dilakukan anak dengan mudah dan menyenangkan,” kata Dira. Menurutnya, orang tua dan guru dapat merangcang jenis-jenis permainan lainnya untuk menstimulasi kecerdasan anak sehingga dapat berkembang maksimal. Karena anak yang memiliki pengalaman bermain dan bergerak biasanya akan tumbuh lebih cerdas dan kreatif. [ ]

Tribun Kaltim. Senin, 2 Maret 2020


Tidak ada komentar:

Posting Komentar